#Pelabuhanbakauheni#Sampah

Masyarakat Pertanyakan CV Andika Wayan Masih Beroperasi di Bakauheni

( kata)
Masyarakat Pertanyakan CV Andika Wayan Masih Beroperasi di Bakauheni
Warga yang tergabung dalam AMUK Lampung ngeluruk ke Pemkab Lamsel mempertanyakan CV.Andika Wayan selaku pengelola sampah masih beroperasi, Senin, 1 Februari 2021. Lampost.co/Juwantoro


Kalianda (Lampost.co) -- Masyarakat Bakauheni yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Untuk Keadilan (AMUK) Lampung mempertanyakan kepada Pemkab Lampung Selatan terkait masih beroperasinya CV Andika Wayan sebagai pengelola sampah di Kampung Jering, Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni.

Sekretaris AMUK Lampung Reyvaldy Novan menyatakan di lokasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang dikelola CV Andika Wayan memang tidak beroperasi lagi. Namun, perusahaan itu masih mengangkut sampah dari kapal roro di Pelabuhan Bakauheni yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Angkutan Sungain, Danau dan Penyebarangan (Gapasdap).

"Jadi, tolong pihak Pemkab Lampung Selatan memantau pelabuhan Bakauheni. Jika, sampah tidak dibuang akan menumpuk. Selain itu, TPS yang dikelola CV Andika Wayan kan sudah ditutup. Karena, melanggar Perda No.O2/2015 tentang, pengelolaan sampah dan Perda No.02/2020 tentang, ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Taoi, hingga kini masih beroperasi," katanya, Senin, 1 Februari 2021.

Staf Ahli Bupati Lampung Selatan Bidang Ekobang Burhanuddin mngatakan TPS yang dikelola  CV Andika Wayan sudah ditutup.  Maka, tidak bisa lokasi TPS berada disana.

"Tapi, nanti coba dicek lagi oleh jajaran Satpol - PP. TPS tersebut sudah dilakukan penutupan. Karena,tidak memiliki izin," ujar dia.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Lampung Selatan, Sri Ngatin mengatakan lokasi TPS sudah ditutup. Jadi, tidak mungkin beroperasi kembali. Namun, untuk CV. Andika Wayan masih beroperasi. Nanti akan dicek kembali.

"Kalau CV. Andika Wayan - nya masih beroperasi saya tidak tahu. Karena, saya belum liat berkas perusahaanya. Bahkan, saya juga sudah menyurati Gapasdap. Karena, sampahnya paling banyak," katanya.

Sebelumnya, Tim Pengawasan dan Penertiban Kabupaten Lampung Selatan terdiri dari Dinas Perizian, Dinas Lingkungan Hidup, Satuan Polisi Pamong Praja dan TNI melakukan penutupan terhadap Tempat Pembuangan Sampah (TPS) milik CV. Andika Wayan di Kampung Jering  Desa Bakauheni, Lamsel, Senin, 25 Januari 2021.

Winarko







Berita Terkait



Komentar