#beritalampung#beritalampungterkini#blt#bantuan#penyaluranbantuan#kantorpos

Masyarakat Mulai Cairkan Bantuan di Kantor Pos Krui

( kata)
Masyarakat Mulai Cairkan Bantuan di Kantor Pos Krui
Petugas kantor Pos Krui melayani masyarakat yang hendak mencairkan bantuan dari pemerintah, Kamis 24 November 2022. Lampost.co/Yon Fisoma


Krui (Lampost.co) -- Masyarakat Pesisir Barat mulai mendatangi Kantor Pos Krui di Kecamatan Pesisir Tengah, Kamis, 24 November 2022. Kedatangan mereka untuk mengambil dana bantuan dari pemerintah, sesuai arahan aparat pekon masing-masing.

Pantauan Lampost.co di kantor Pos Krui, Kamis, 24 November 2022, terlihat beberapa warga dari berbagai pekon hendak mencairkan bantuan dana dari pemerintah. Petugas tampak melayani masyarakat yang akan mengambil bantuan.

Namun, tidak semua masyarakat yang datang dapat mencairkan bantuan tersebut. Petugas menyarankan agar mereka yang tidak dapat mencairkan hari ini untuk datang lagi beberapa hari mendatang.

Baca juga: PKM Harus Manfaatkan BLT-DD untuk Kebutuhan Pokok 

"Iya, kami dikasih tahu sama pemangku (kepala dusun) bantuan sudah bisa diambil hari ini tetapi kata petugas kantor Pos, bantuan tersebut baru bisa kami ambil pada Senin minggu depan," kata seorang warga dari Pekon Ulu Krui, Kecamatan Way Krui.

Agus Ariyanto, warga Pekon Rawas, Kecamatan Pesisir Tengah, penerima bantuan dari pemerintah, mengatakan hendak mengambil bantuan BLT BBM, sembako, dan PKH.  "BLT BBM untuk November dan Desember 2022, bantuan sembako bisa berupa uang dan bisa juga beras. Saya ke sini mau ambil bantuan tersebut termasuk PKH, ini suratnya sudah ada, tetapi kata petugas kantor Pos Krui, mereka akan mengecek dulu apakah bantuan untuk saya tersebut sudah dapat diambil hari ini atau belum," katanya.

Dia mengatakan mendapat bantuan BLT BBM, sembako, dan PKH dengan total dana yang diterima Rp1,8 juta lebih. “Kami bersyukur dengan berbagai bantuan yang dikucurkan pemerintah karena di tengah beban kehidupan saat ini dengan mahalnya berbagai kebutuhan pokok, kebutuhan anak sekolah, dan sulitnya mendapat uang untuk nafkah keluarga, bantuan ini turut meringankan beban kehidupan yang ditanggung masyarakat kelas ekonomi  bawah, seperti kami,” katanya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar