#multivitamin#punicbuying#viruscorona

Masyarakat Minta Pemerintah Batasi Pembelian Multivitamin

( kata)
Masyarakat Minta Pemerintah Batasi Pembelian Multivitamin
Salah satu apotek di Wayhalim, Bandar Lampung kehabisan stok multivitamin. Lampost.co/Atika

Bandar Lampung (Lampost.co): Sejak tiga hari lalu (21 Maret 2020), sejumlah apotek yang ada di Bandar Lampung kehabisan stok multivitamin. Hal itu dikarenakan masyarakat yang mengalami panic buying, sehingga membeli dalam jumlah banyak.

"Seandainya ada arahan pemerintah untuk masyarakat dapat memiliki batasan pembelian muktivitamin, jadi stok-stok tidak habis," kata Suci (60) salah seorang warga Wayhalim, Bandar Lampung, Selasa, 24 Maret 2020.

Menurutnya, masih ada orang yang lebih membutuhkan multivitamin dibandingkan harus menimbun banyak di rumah hanya untuk berjaga dan tidak digunakan.

"Saya sangat butuh vitamin, ini anjuran dokter karena daya tahan tubuh sudah tidak normal. Tapi kalau habis begini saya bingung mau beli dimana lagi," ujarnya lirih.

Mirna (50) pun membenarkan hal tersebut. Menurutnya jika ada batasan pembelian, kemungkinan apotek tidak akan kehabisan stok multivitamin untuk dijual kepada konsumen.

"Saya sudah mendatangi kurang lebih 20 apotek dari daerah Wayhalim, Waykandis, Urip Sumoharjo hingga Tanjungkarang, tapi apotek semua bilang stok habis," katanya.

Aisyah, salah satu apoteker di daerah Wayhalim membenarkan hal tersebut. Menurutnya, pihak distributor tidak memberikan jawaban kapan stok multivitamin akan disediakan lagi.

"Pihak distributor samapai sekarang belum ada jawaban. Ya kemungkinan stok beberapa merek yang masih ada bakal naik harganya," kata Aisyah.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar