#hargagula#ekbis#beritalampung

Masyarakat Keluhkan Harga Gula Pasir Tak Kunjung Turun

( kata)
Masyarakat Keluhkan Harga Gula Pasir Tak Kunjung Turun
Salah satu toko kelontong di Tanjungkarang, Bandar Lampung. Lampost.co/Salda Andala

Bandar Lampung (Lampost.co): Sejumlah toko kelontong di Bandar Lampung mengeluhkan harga gula pasir tak kunjung turun hingga Jumat, 20 Maret 2020.

Walaupun pemerintah telah mengelar operasi pasar, namun belum berdampak kepada penurunan harga gula yang beredar di masyarakat.

Riski (53), pemilik Toko Sinar Baru, Tanjungkarang mengatakan dia membeli gula dari distributornya masih relatif tinggi Rp16.000 per kilo sehingga, mereka (pemilik toko) mau tak mau menjual kisaran Rp16.500 sampai Rp17.000 per kilo.

"Masih mahal mas. Modal kami beli di distributor hampir enam belas ribu. Jadi tak mungkin kami jual dibawah modal, sehingga menjual di tas modal sedikit yaitu tujuh belas ribu," ujarnya, saat ditemui Lampost.co, Jumat, 20 Maret 2020.

Berdasarkan penelusuran Lampost.co, sejumlah warga yang membeli gula pasir di warung masih berkisar Rp17.000 per kilo. Hal itu membuat mereka menghemat pemakaian gula.

"Kemarin ada operasi pasar yang dilakukan gubernur kita. Harga gulanya hanya Rp12.500 per kilo. Kami merasa sangat terbantu dengan adanya program tersebut," ujarnya.

Namun, kata dia, walaupun ada operasi pasar, harga gula pasir di sejumlah toko belum mengalami penurunan. "Masyarakat berharap ada tindak lanjut dari pemerintah tentang permasalahan ini," harap dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar