vaksin

Masyarakat Jangan Buru-buru Pesan Vaksin

( kata)
Masyarakat Jangan Buru-buru Pesan Vaksin
(Dok. pixabay.com)


BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Sejumlah rumah sakit telah membuka pre order vaksin Covid-19. Menanggapi hal tersebut Ketua IDI Bandar Lampung dr Aditya Biomed meminta agar masyarakat tidak terburu-buru.

Ia menjelaskan, hingga saat ini belum ada vaksin yang resmi. Menurutnya, demi keamanan lebih baik menunggu kepastian dari masyarakat.

Selain itu, ia mengatakan BPPOM pun belum mengeluarkan izin edar vaksin di Indonesia. Hal itu menunjukkan belum ada jaminan keamanan terhadap penggunaan vaksin korona. "Yang paling penting adalah izin edarnya, ini (izin edar) pun belum dikeluarkan," kata dia, Selasa, 15 Desember 2020. 

Ia harap pemerintah memperhatikan keamanan vaksinasi. Hal itu agar tidak menambah keresahan masyarakat di tengah pandemi. Kemudian, yang perlu diperhatikan adalah tingkat efikasi vaksin. Vaksin yang akan digunakan harus benar-benar memberikan pengaruh positif bagi penerima vaksin.
"Masyarakat jangan buru-buru, lebih baik lakukan pencegahan yang saat ini bisa dilakukan," kata Aditya.

Dirinya menambahkan, vaksin hanya salah satu ikhtiar pencegahaan penularan. Ia meminta agar tetap melakukan pencegahan dengan prokes yang selama ini telah dilakukan.

Berikut daftar vaksin termasuk dengan harga yang beredar di masyarakat. Vaksin Astrazeneca Rp57 ribu per dosis, Sinovac Rp200 ribu per dosis, dan PFizer Rp283 ribu per dosis. Vaksin dengan harga tertinggi adalah Sinopharm yakni Rp2.150.000 per dosis untuk 2 kali suntik dan Moderna Rp526 ribu per dosis. 
 

Ricky Marly







Berita Terkait



Komentar