#IbadahKurban#IdulAdha#IbadahHaji

Masyarakat Diminta Waspadai Cacing Hati pada Hewan Kurban

( kata)
Masyarakat Diminta Waspadai Cacing Hati pada Hewan Kurban
Kepala Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung Agustini. (Foto: Deta Citrawan/Lampost.co)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Kota Bandar Lampung mengimbau masyarakat mewaspadai cacing hati pada hewan kurban. Penyakit ini kerap menjangkiti ternak kambing dan sapi akibat pakan ternak kurang diperhatikan.

"Penyakit ini banyak terdapat pada sapi dan kambing akibat memakan rumput liar. Telur cacing masuk dan menetap di empedu dan merusak hati," ujar Kepala Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung, Agustini, Minggu, 27 Juni 2021.

Ia menjelaskan penyakit cacing hati hampir tidak memiliki gejala klinis. Bila ternak sudah terdampak biasanya memiliki ciri khusus diantaranya lemah, lesu, tubuh kurus, nafsu makan menurun, perut membesar, diare, serta bulu kasar dan kusam.

"Cara mencegahnya yaitu hindari pemberian pakan berasal dari sawah. Apabila terpaksa, pakan basah perlu dikeringkan dengan dijemur dua hingga tiga hari di bawah sinar matahari. Perlu juga menjaga kebersihan kandang secara rutin," ujarnya.

Menjaga kebersihan kandang menurutnya dapat menjaga tempat tersebut menjadi area berkembangnya cacing Fasciola sp. Selain itu, pemberian obat cacing dapat dilakukan secara periodik minimal dua kali dalam satu tahun. 

Untuk mengecek kesehatan hewan jelang Idul Adha, pihaknya bersama Pemerintah Provinsi Lampung akan lakukan pengecekan kesehatan hewan. Pengecekan dilakukan di beberapa tempat usaha penjualan kambing di Kota Bandar Lampung. 

"Nanti akan dibentuk tim tersebar di 20 Kecamatan se-Kota Bandar Lampung memantau kondisi kesehatan hewan yang diperjual belikan untuk keperluan kurban. Mulai dari H-7 hingga H+2 tim sebelum dan sesudah tetap akan kami cek," katanya.

Untuk kebutuhan hewan kurban di Bandar Lampung pihaknya memperkirakan sekitar 3.000 ekor kambing dan 200 ekor sapi.  Meski dalam suasana hari raya, kebutuhan hewan cenderung menurun dengan adanya pandemi covid-19.

"Kami juga meminta tempat usaha pemotongan dan penjualan hewan kurban menerapkan protokol kesehatan. Pemotongan kurban perlu memakai sarung tangan serta dilakukan sesuai standar operasional," ujar dia.

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar