#BERITALAMPUNG#PEMPROV

Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying Jelang Lebaran

( kata)
Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying Jelang Lebaran
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melihat langsung stok pangan dan harga pangan di salah satu pasar di Bandar Lampung -- Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Masyarakat di Provinsi Lampung diminta untuk tidak "Panic Buying" atau pembelian barang-barang dalam jumlah besar untuk mengantisipasi suatu bencana atau untuk mengantisipasi kenaikan maupun penurunan harga. Perilaku pembelian semacam ini dapat menyebabkan kekurangan stok barang dan merugikan masyarakat lainnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Lampung, Budiharto Setiawan. Ia mengatakan bahwa pihaknya juga melakukan pemantauan ekonomi di pasar-pasar dan melihat kebutuhan untuk masyarakat cukup. Kalau ada kenaikan harga sedikit seperti daging ayam atau telur ayam, menurutnya, itu hal yang biasa. Ia menyatakan stoknya juga masih banyak dan tidak terlalu menjadi masalah.


"Ketersediaan pasokan komoditi untuk masyarakat aman jelang Lebaran, distribusi juga aman. Masyarakat jangan terlalu panic buying, karena semua aman," kata Budi, Rabu, 5 Mei 2021.


Di sisi lain, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Kusnardi, mengatakan bahwa pihaknya bersinergi dengan Dinas Perdagangan, Biro Perekonomian dan sebagainya melakukan pemantauan harga-harga dan ketersediaan kebutuhan pokok masih cukup.


"Kami memiliki tim satgas pangan yang melakukan pemantauan dan penidakan. Kami awasi dan lakukan tindakan bila ada penimbunan," ujarnya. 

Jajajan Forkopimda Provinsi Lampung melakukan monitoring dan pengawasan di pasar-pasar. Lampost/Zainuddin

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar