#pemilu#damai#4pilar#beritalampung

Masyarakat Diminta Tetap Damai pada Pemilu 2019

( kata)
Masyarakat Diminta Tetap Damai pada Pemilu 2019
Sosialisasi empat pilar kebangsaan dan pendidikan politik. (Foto:dok)

SUKADA (Lampost.co)--Pemilu serentak 2019 tinggal beberapa pekan lagi. Perbedaan pilihan diharapkan tidak sampai menimbulkan gesekan yang berakibat terjadinya perpecahan di masyarakat. Sebaliknya, setiap ada perbedaan justru menjadi alasan masyarakat untuk saling memahami, menghormati, dan bertenggang rasa yang memperkokoh persaudaraan.

Hal itu dikatakan anggota DPRD Provinsi Lampung, Ali Imron, saat membuka sosialisasi empat pilar kebangsaan dan pendidikan politik bagi masyarakat desa di Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur, beberapa waktu lalu. Kegiatan itu diselenggarakan Lembaga Kajian Pembangunan dan Hak Demokrasi (Elkade). Diikuti 200 peserta dari sejumlah desa di Kecamatan Way Jepara, Brajaselebah, dan Gunungpelindung, Lampung Timur. 
Hadir dalam kegiaiatan itu sebagai pembicara, Rektor Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam Way Jepara Jamiludin.
Ali Imron mengatakan perbedaan pilihan calon presiden atau partai politik seharusnya disikapi dengan saling menghargai. "Beda pilihan itu manusiawi. Beda pilihan itu sunnatullah. Jangan karena berbeda pilihan, kita berantem dengan saudara, tidak mau menegur tetangga," ujarnya.

Menurut dia, bangsa Indonesia sudah berulang kali menyelenggarakan pemilu. Baik pemilu legislatif (pileg) maupun pemilu presiden (pileg).Namun, pemilu tahun ini ada yang terasa berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya yaitu masyarakat semakin terbuka mengungkapkan perbedaan pilihan politiknya, terutama melalui media sosial.

Caleg DPRD Provinsi Lampung dari Partai Golkar ini mengajak masyarakat untuk menyukseskan Pemilu 2019 dengan damai. Dengan tidak menyebarkan kebencian atau berita bohong. "Mari kita sukseskan pemilu damai, berpolitik dengan santun, tanpa hurus membenci siapa pun," ajaknya. 
Sementara Rektor STAI Darussalam Jamiludin menjelaskan tentang empat pilar kebangsaan, yang terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indoensia (NKRI).

Lampost.co/Rilis*

Berita Terkait

Komentar