Koronacoronavirusresesi

Masyarakat Diminta Optimalkan Potensi Pertanian Cegah Resesi di Lampung

( kata)
Masyarakat Diminta Optimalkan Potensi Pertanian Cegah Resesi di Lampung
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto. Lampost/Zainudin

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung meminta masyarakat untuk disiplin dan menaati protokol kesehatan (prokes) pencegahan covid-19. Selain itu mengoptimalkan potensi pertanian secara luas untuk mencegah jurang resesi yang terlalu dalam di Bumi Ruwai Jurai.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto mengatakan, bahwa adanya pandemi covid-19 dan terjadinya resesi ini berdampak secara mengglobal dan menasional terjadi dimana-mana. Namun di Lampung ancaman resesi tersebut tidak terlalu dalam.

"Kenapa resesi terjadi, karena covid-19 tidak habis-habis. Masyarakat secara individu harus menjaga protokol kesehatan. Kalau masyarakat sudah disiplin, maka angka covid 19 kita menurun. Kalau sudah menurun, maka ekonomi kita bergerak lagi," katanya di Balai Kratun Komplek Kantor Gubernur Lampung, Rabu, 23 September 2020.

Ia mengatakan bila masyarakat disiplin dan peduli terkait pandemi covid-19 ini kemudian bisa mengendalikan covid-19 serta menurunkan angka kasus maka ia optimis akan bangkit. Tetapi bila masyarakatnya abai, sehingga tingkat infeksi kasusnya meningkat terus terpaksa di seluruh penjuru Lampung melakukan pengetatan.

"Bila tingkat infeksinya meningkat terus terpaksa kita melakukan pengetatan. Misalnya pariwisata harus diketatkan, kalau meningkat terus maka ditutup kembali," katanya.

Oleh sebab itu ia berharap kepada semua pihak untuk terus mendukung penerapan protokol kesehatan pencegahan covid-19 dan bisa cepat bangkit. Masyarakat diminta untuk tidak panik dan senantiasa optimis bisa bersama-sama melewati pandemi covid-19.

"Kita ada sektor pertanian, pertanian dalam arti luas. Mulai dari ketahanan pangan, holtikultural, peternakan, perikanan, dan sebagainya," katanya.

Sementara itu sesuai data BPS Provinsi Lampung terkait perkembangan ekspor dan impor Provinsi Lampung pada April 2020 terekap bahwa nilai ekspor Provinsi Lampung April 2020 mencapai US$246,78 juta, mengalami peningkatan sebesar US$23,93 juta atau naik 10,74 persen dibanding ekspor Maret 2020 yang tercatat US$222,85 juta.

Nilai ekspor April 2020 ini jika dibandingkan dengan April 2019 yang tercatat US$195,81 juta, mengalami peningkatan sebesar US$50,97 juta atau naik 26,03 persen.

Sepuluh golongan barang utama ekspor Provinsi Lampung pada April 2020 adalah lemak dan minyak hewan/nabati; batu bara; kopi, teh, rempah-rempah; ampas/sisa industri makanan; olahan dari buah-buahan/sayuran; bubur kayu/pulp; ikan dan udang; karet dan barang dari karet; daging dan ikanolahan; dan kayu, barang dari kayu.

Untuk negara tujuan meliputi Amerika Serikat US$ 38.56 juta (15.63%), Belanda US$ 28.80 juta (11,67%), India US$ 24.78 juta (10.4%), Italia US$ 20.98 juta (8.50%) dan Tiongkok US$ 20.45 juta (8.29%). Kemudian untuk neraca perdagangan april 2019 - april 2020 terekap ekspor sebesar US$ 246,78 juta, impor sebesar US$ 74,53 juta dan surplus sebesar US$ 172,26 juta. 

Winarko



Berita Terkait



Komentar