#kependudukan

Masyarakat Diminta Melaporkan jika Ada Pungli di Disdukcapil Tuba

( kata)
Masyarakat Diminta Melaporkan jika Ada Pungli di Disdukcapil Tuba
Ilustrasi. Dok/Lampost.co

Menggala (Lampost.co) -- Pelayanan  pengurusan administrasi kependudukan bagi semua masyarakat diberikan secara gratis atau tanpa dipungut bayaran. Jika ada ada petugas menarik uang saat mengurus soal kependudukan masyarakat diminta untuk melaporkannya.

"Kalau seandainya terjadi atau melihat ada pungli di kantor saya, masyarakat bisa melapor langsung ke saya atau pihak berwajib. Namun, masyarakat juga harus menyertakan bukti pendukung, nama pegawainya, berapa besar dana yang disetor, dan dana yang diberikan untuk apa. Sejauh dia berani mempertanggungjawabkan laporannya, ya saya kira kami proses," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disukcapil) Tulangbawang Yusrizal kepada Lampost.co, Senin, 17 Februari 2020.  

Dia mengaku dalam pelayanan pembuatan dokumen kependudukan seperti kartu keluarga (KK), akta kelahiran, kartu identitas anak, dan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) yang diberikan Disdukcapil bebas biaya atau gratis. "Sejauh ini dalam pelayanan adminduk di Disdukcapil Tulangbawang tetap gratis, kan memang sudah program dari pemerintah pusatnya gratis enggak ada biaya," ujarnya.

Dia menjelaskan kelangkaan blangko KTP-el sempat terjadi di Tulangbawang pada Mei 2019 hingga awal tahun lalu. Namun, kini ketersedian blangko kembali tersedia setelah pihaknya mendapatkan kiriman.

Dia menyatakan KTP-el dapat dicetak sepanjang persyaratan dan jaringan dalam kondisi baik. Untuk persyaratan masyarakat dapat memilik KTP-el hanya cukup dengan membawa fotokopi KK.

"Berdasarkan data ada lebih kurang 1.000 keping lagilah sisanya. Kalau yang bisa cetak itu artinya semuanya berjalan normal ya idealnya bisa (cetak KTP-el) paling hitungan jam," katanya.

Dia menuturkan berdasarkan data akhir tahun lalu 89 persen masyarakat wajib KTP di Tulangbawang telah terdata. Untuk mempercepat pencatatan pihaknya melakukan terobosan dengan melakukan jemput bola ke sekolah dan kampung-kampung.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar