#perampasanponsel#COD

Masyarakat Diminta Hati-Hati Perampasan Ponsel lewat Cara COD

( kata)
Masyarakat Diminta Hati-Hati Perampasan Ponsel lewat Cara COD
Dua pelaku perampasan ponsel dengan modus COD di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Kampung Sawah Lama, Kecamatan Tanjungkrang Timur.Dok.

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Masyarakat Bandar Lampung untuk lebih berhati-hati ketika melakukan jual beli barang di sosial media dengan cara cash on delivery (COD) atau bertemu langsung. Sebab, cara tersebut dijadikan modus pelaku kejahatan untuk menguasai barang milik penjual.

Hal itu yang menimpa Ridho Pangestu (18), warga Way Kandis, Tanjungsenang, Jumat, 26 Juni 2020. Korban hendak menjual ponsel jenis Opo A5 hitam dan mengunggahnya ke grup jual beli Facebook.

Kemudian pelaku berpura-pura untuk membeli ponsel korban dan bertemu atau COD-an di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Kampung Sawah Lama, Kecamatan Tanjungkrang Timur. Bukannya mau membeli, justru dua pelaku merampas ponsel milik korban dengan cara menarik paksa sambil mengacungkan senjata tajam. Ponsel korban pun dibawa kabur pelaku.

Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Tanjungkarang Timur. Tak berselang lama, pada Sabtu dini hari, 27 Juni 2020, aparat menangkap dua pelaku tersebut di sekitar kediamannya.

Dua pelaku tersebut, yakni Denis (34) dan Berto Darmawan, warga Jalan Yudistira, Gang Bacang, Kelurahan Sawah Lama, Kecamatan Tanjungkarang Timur. "Pelaku kami amankan Sabtu dini hari di kediamannya," ujar Kapolsek Tanjungkarang Timur AKP Dony Aryanto, Minggu, 28 Juni 2020.

Dari keterangan pelaku, keduanya sudah dua kali beraksi dengan modus serupa. Bahkan, Berto tercatat sebagai residivis pelaku curanmor. "Pelaku mengaku uang hasil curian digunakan buat membeli sabu," katanya.

Kejadian dengan modus serupa pernah terjadi pada 9 Januari 2020. Saat itu  korban Dhiya Soraya Anisa, siswa kelas XII SMA Yadika, yang ditemani rekan sekolahnya bernama Vera hendak membeli ponsel.

Saat itu ia hendak bertranskasi COD-an dengan pelaku yang korban ketahui menjual ponsel via sosmded. Dia pun COD-an dengan pelaku di salah satu gang dekat SMA Gajah Mada.

Usai bertemu dengan pelaku yang seorang diri, korban menyerahkan uang sekitar Rp1 juta dan pelaku menyerahkan ponsel yang hendak dijualnya. Kemudian, pelaku berpura-pura hendak membukakan kunci/password ponsel yang dijualnya. Ponsel yang sudah dipegang korban dirampas kembali.

Lantas korban pun bersama dengan temannya mengejar pelaku yang melarikan diri dengan sepeda motor. Namun, keduanya terjatuh hingga mengalami luka-luka dan dirawat.

Selain ponsel tak mendapatkan, korban pun menderita kerugian uang yang dibawa kabur pelaku.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Rosef Efendi meminta masyarakat lebih berhati-hati ketika hendak bertransaksi, baik pembeli maupun penjual dengan sistem COD. "Baiknya ditemani kerabat, di tempat keramaian atau di rumah. Kalau sudah kejadian segera lapor polisi, jangan dibiarkan guna memudahkan penyelidikan," katanya, Minggu, 28 Juni 2020.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar