#teroris#beritalampung#radikalisme

Masyarakat Diminta Aktif Lapor Bila Menemui Kelompok Diduga Jaringan Radikal

( kata)
Masyarakat Diminta Aktif Lapor Bila Menemui Kelompok Diduga Jaringan Radikal
Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Lampung, Irwan Sihar Marpaung. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co): Masyarakat diminta untuk berperan aktif bila menemui kelompok-kelompok yang mencurigakan di lingkungan tempat tinggal. Masyarakat bisa melaporkannya kepada aparat lingkungan setempat seperti RT, lurah, Babinsa, Bhabinkamtimnas, dan pihak berwajib lainnya. Hal tersebut untuk mencegah adanya kelompok radikalisme dan terorisme yang hidup di lapisan masyarakat.

Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Lampung, Irwan Sihar Marpaung, mengatakan kelompok radikalisme atau terorisme tumbuh dimasyarakat yang bisa saja terus bertambah setiap harinya. Oleh sebab itu masyarakat harus waspada, apabila ada kelompok-kelompok yang mencurigakan segeralah lapor kepihak berwajib.

"Kita sangat menyesalkan adanya kelompok radikal yang masih tumbuh di masyarakat. Perlu adanya kesadaran dari masyarakat untuk berupaya tidak mengikuti aliran tersebut. Bila ada kelompok yang berdiam diri, mengurung diri, tidak besosial atau bergaul dan membangun komunikasi kepada warga. Laporkan kepada Babinsa atau Babinkamtimnas," kata Irwan di Kantor Gubernur Lampung, Senin, 9 November 2020.

Dia mengatakan bahwa masyarakat yang baru datang dilingkungan masyarakat wajib melaporkan diri kepada aparat setempat. Ia juga mengatakan bahwa FKPT Provinsi Lampung selalu memberikan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat seperti tokoh agama, tokoh pemuda, budayawan, mahasiswa dan sebagainya untuk melakukan pencegahan radikalisme dan terorisme.

Baca juga: 4 Terduga Jaringan Radikal Asal Lampung Ditetapkan Tersangka

"Dalam pencegahan kita merangkul seluruh lapisan masyarakat. Lampung penduduknya heterogen bermacam-macam, tak jarang menjadi tempat persembunyian kelompok tersebut," kata Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Lampung ini.

Sebelumnya Mabes Polri menangkap 4 orang terduga jaringan radikal dari kelompok Jamaah Islamiyah (JI) pada 6-7 November 2020. Pertama SA alias DAV (35) seorang pengusaha bengkel las di kediamannya, yang terletak di Jalan Kucing, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Jumat, 6 November 2020 sekitar pukul 16.43. Dari tempatnya diamankan barang bukti sekitar 11 jenis.

Kemudian Sul, (45), seorang pedagang roti diamankan warga di jalan Soekarno-Hatta, Kampung Pidada II, Panjang Utara, Panjang Bandar Lampung, pada Sabtu 7 November 2020 pukul 12.10. Ada 25 jenis barang bukti yang diamanlan dari Sul. Sul merupakan bendahara Struktur Adira (semacam lembaga pendidikan Jaringan Radikal JI) Lampung.

Kemudian dua orang yang diamankan di Pringsewu yakni I (44) alias BAK seorang pedagang yang tinggal di Jalan Budiutomo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Ia ditangkap pada Sabtu, 7 November 2020 Pukul 12.15 WIB di kediamannya. Total ada 10 jenis barang bukti yang diamankan dari I.

Lalu RK alias RG (34), seorang karyawan swasta. RK diamankan pada Sabtu, 7 November 2020, pukul 15.22 WIB di jalan Wonokriyo, Kelurahan Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu. Ada 10 jenis barang bukti yang diamankan dari pelaku.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar