#Ekonomi#Investasi-Bodong

Masyarakat Diimbau Waspada Investasi Bodong

( kata)
Masyarakat Diimbau Waspada Investasi Bodong
BEI Perwakilan Lampung sosialisasi edukasi pasar modal kepada warga Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu, 29 Januari 2020. (Dok BEI Perwakilan Lampung/Lampost.co)

Lampung Selatan (Lampost.co) -- Investasi bodong kian marak di tengah masyarakat. Mereka yang berminat berinvestasi diimbau untuk waspada serta tidak mudah percaya dengan iming-iming keuntungan besar.

Untuk mencegah hal tersebut Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung mengadakan sosialisasi edukasi pasar modal kepada warga Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan. Sosialisasi bertajuk Waspada Investasi Bodong ini berlangsung di wilayah setempat, Rabu, 29 Januari 2020.

Kepala Perwakilan BEI Provinsi Lampung Hendy Prayogi menuturkan angka korban investasi bodong di Lampung cukup tinggi. Untuk memangkas mata rantai perluasan korban investasi bodong, masyarakat harus memahami ciri-cirinya.

"Sosialisasi ini adalah langkah awal agar masyarakat mengerti ciri-ciri investasi bodong dan BEI Lampung akan terus malakukan sosialisasi dan edukasi khususnya ke daerah pedesaan" jelasnya.

Sementara Milado Fani selaku pengawas pasar modal OJK Provinsi Lampung menyampaikan kegiatan ini sebagai salah satu bentuk pelaksanaan program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Lampung bekerjasama dengan TPKAD Lampung Selatan, BEI dan desa nabung saham Sidorejo Kecamatan Sidomulyo Lampung Selatan

Camat Way Panji, Isro Abdi menyatakan hingga kini di wilayahnya belum ada laporan dari masyarakat yang menjadi korban investasi bodong. "Alhamdulillah, untuk di Way Panji tidak ada yang korban atau ada tapi tidak melapor atau malu untuk melapor begitu saudaraku," papar camat kepada awak media.

Isro juga berharap dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat dapat lebih berhati-hati lagi dalam memilah investasi yang legal. "Semoga kedepan masyarakat lebih berhati-hati kalau mau berinvestasi agar tidak terkejebak dengan imin-iming bunga besar yang dijanjikan oleh lembaga keuangan bodong," jelasnya.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar