viruskoronabandarlampung

Masyarakat di Zona Merah dan Oranye Lampung Tetap Dilarang Berkerumun

( kata)
Masyarakat di Zona Merah dan Oranye Lampung Tetap Dilarang Berkerumun
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung Reihana.Dok.

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kapolri mencabut maklumat terkait larangan dan upaya pembubaran terhadap kerumunan terkait pencegahan penularan Covid-19 yang tertuang dalam telegram no STR/364/VI/OPS.2./2020 tanggal 25 Juni 2020 tentang Perintah Kepada Jajaran Mengenai Pencabutan Maklumat Kapolri dan Upaya Mendukung Kebijakan Adaptasi Baru/New Normal. Walaupun begitu, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung tetap melarang masyarakat di zona merah dan oranye berkerumun.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung Reihana mengungkapkan hanya masyarakat di zona hijau dan kuning yang mulai diperbolehkan melakukan kegiatan melibatkan banyak orang. Sedangkan, untuk zona merah dan oranye belum diperbolehkan.

"Maklumat kapolri jangan dibaca separuh-separuh karena ada di bawahnya untuk zona merah dan oranye tidak diperkenankan untuk orang berkerumun," kata Reihana, Minggu, 28 Juni 2020.

Kadiskes Lampung itu juga tetap mengimbau masyarakat di zona hijau dan kuning untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan. Hal itu untuk mengurangi risiko terjadinya gelombang kedua Covid-19.

"Jadi saya mohon kepada masyarakat jangan euforia, jangan hanya membaca maklumat kapolri dicabut, tapi harus dibaca secara menyeluruh," ujarnya.

Diketahui, di Lampung terdapat satu zona oranye yakni Bandar Lampung. Untuk zona kuning terdapat sembilan daerah, yakni Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Utara, Pesawaran, Tanggamus, Lampung Barat, Metro, Way Kanan, dan Pesisir Barat.

Sementara zona hijau saat ini terdapat lima daerah, antara lain Tulangbawang Barat, Mesuji, Tulangbawang, Lampung Timur, dan Pringsewu.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar