#idulfitri#mudiklebaran#hilal

Masyarakat Bisa Saksikan Pengamatan Hilal Idulfitri Secara Streaming

( kata)
Masyarakat Bisa Saksikan Pengamatan Hilal Idulfitri Secara <i>Streaming</i>
Ilustrasi. Foto: Google Images

Bandar Lampung (Lampost.co): Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) akan melakukan pengamatan hilal 1 Syawal 1441 hijriah, sebagai penanda Hari Raya Idulfitri tahun 2020 pada Sabtu, 23 Mei 2020. Pengamatan akan dilakukan oleh tim OAIL menggunakan teleskop berdiameter 80 mm dan detektor kamera CMOS monokrom dengan filter I.

Sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, pengamatan akan dilakukan secara tertutup dan tidak dibuka untuk masyarakat umum. Kendati demikian, UPT OAIL melakukan streaming kondisi pengamatan melalui kanal YouTube UPT OAIL: https://tinyurl.com/youtube-oail, dan juga melalui akun media sosial Instagram resmi.

Kepala UPT Observatorium Astronomi ITERA Lampung Hakim L. Malasan menyampaikan, OAIL Itera rutin melaksanakan pengamatan hilal sejak tahun 2017. Hilal atau bulan sabit muda selama ini menjadi penanda awal bulan hijriah yang muncul saat saat Matahari tenggelam di tanggal 29 bulan hijriah. Jika pada tanggal 29 tersebut tidak teramati hilal, maka tanggal pada bulan hijriah akan digenapkan menjadi 30 hari.

Hakim menambahkan pada tahun ini, 29 Ramadan 1441 H bertepatan pada 22 Mei 2020. Sedangkan konjungsi (toposentrik) atau posisi saat Bulan dan Matahari berada pada garis bujur ekliptika yang sama, baru terjadi pada 23 Mei 2020 pada pukul 00.29 WIB.

"Oleh karena itu pada saat terbenamnya Matahari tanggal 22 Mei 2020, Bulan akan terbenam terlebih dahulu dari pada Matahari dan hilal tidak dapat diamati," jelasnya.

Sementara pada 23 Mei 2020 ketika Matahari terbenam, umur Bulan diperkirakan sudah mencapai lebih dari 17 jam. Untuk wilayah Bandar Lampung dan sekitarnya, Matahari akan terbenam pukul 17.51 WIB sedang Bulan tenggelam pukul 18.23 WIB.

“Sehingga kita dapat mengamatinya (hilal) pada rentang waktu antara terbenamnya Matahari hingga terbenamnya Bulan di hari tersebut,” ujar Hakim.

Berdasarkan perhitungan, pada saat Matahari terbenam, Bulan berada pada azimut 291 derajat, ketinggian sekitar 6,5 derajat, dan elongasi mencapai 7,4 derajat. Iluminasi bulan berkisar 0,42%, sehingga dapat diamati dengan menggunakan alat bantu seperti teleskop dan kamera.

“UPT OAIL tidak akan melakukan pengamatan pada tanggal 22 Mei 2020, karena pada tanggal tersebut sesuai prediksi tidak akan dapat terlihat hilal dan bulan Ramadhan 1441 H digenapkan menjadi 30 hari, dan 1 Syawal 1441 H akan jatuh pada tanggal 24 Mei 2020,” jelas Hakim.

Adapun hasil pengamatan yang akan dilakukan UPT OAIL, akan disampaikan kepada pihak berkepentingan, termasuk pemerintah melalui Kementerian Agama. Sementara keputusan 1 Syawal 1441 H akan diambil pada siding itsbat yang diselenggarakan oleh Kementrian Agama.

Bagi masyarakat umum yang ingin memantau kondisi pengamatan, silahkan masuk melalui kedua platform tersebut. Kiranya langit cerah dapat menyertai kegiatan ini.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar