#hargasembako#kenaikanharga

Masyarakat Berat dengan Kenaikan Harga Sembako

( kata)
Masyarakat Berat dengan Kenaikan Harga Sembako
Suasan Pasar Gedongtataan.Lampost.co/Putra Pancasila Sakti

Pesawaran (Lampost.co) – Masyarakat harus merogoh kantong cukup dalam untuk membeli kebutuhan bahan pokok rumah tangga yang mulai merambat naik jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kenaikan harga bisa terus terjadi.

"Seperti bawang merah, Mas, sekarang harga per kilonya sudah Rp30 ribu, kemudian cabai rawit kecil hijau itu di angka  Rp30 ribu. Sedangkan untuk cabai merah harganya saat ini di Rp25 ribu. Telur juga naik, sepekan yang lalu harga per kilonya Rp20 ribu, tapi sekarang sudah Rp24 ribu. Kemudian beras Rp10 ribu per kilo itu untuk kualitas standar dari Rp9 ribu, kalau untuk kualitas bagus bisa Rp13—Rp14 ribu," ujar Rika, salah satu pedagang di Pasar Gedongtataan, Selasa, 17 Desember 2019.

Dia menambahkan harga sembako tersebut bisa terus merangkak naik menghadapi Nataru. "Kemungkinan bisa naik terus, apalagi menjelang Natal dan Tahun Baru, harga kebutuhan biasanya naik semua," ujarnya.

Sementara itu, Eni, salah satu warga yang berprofesi sebagai tukang bakso, menyatakan meskipun kenaikan tidak terlalu signifikan, cukup terasa bagiya. "Memang biasanya menjelang hari-hari tertentu itu harga sembako naik, Mas, tidak tahu kenapa. Apalagi sembako, ini kan memang kebutuhan pokok karena kebutuhan mau tidak mau ya dibeli walaupun cukup berat karena harus mengeluarkan biaya lebih," katanya.

Meskipun bahan pokok merangsek naik, untuk harga daging masih stabil. "Kalau daging masih diharga Rp120 ribu, biasanya kalau daging itu naik saat Idulfitri saja, tapi kalau Natal dan Tahun Baru stabil," ujarnya.

Ia berharap pemerintah kabupaten bisa melakukan antisipasi ataupun mencarikan solusi terkait hal ini. "Harapannya sih, harganya bisa stabil terus, Mas, biar kita tidak berat kalau belanja kebutuhan rumah," katanya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar