#bandarainternasional

Masterplan Bandara Internasional Radin Inten II Terus Dimantapkan

( kata)
Masterplan Bandara Internasional Radin Inten II Terus Dimantapkan
Rapat Finalisasi Review Masterplan Bandara Internasional Radin Inten II di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Jumat, 14 Februari 2020. Lampost.co/Triyadi Isworo

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung, Kementerian Perhubungan, Angkasa Pura II, dan stakeholders terkait terus memacu percepatan pembangunan finalisasi review masterplan Bandara Internasional Radin Inten II. Pertumbuhan dan kebutuhan terus meningkat sehingga semua stakeholder melakukan masterplan yang bisa digunakan sampai 20 tahun ke depan.

Apalagi melihat pertumbuhan penumpang 200—250 orang yang bergerak setiap harinya dan setiap tahunnya mencapai 2—3 juta yang terus bertambah secara signifikan. Pada 15—20 tahun ke depan diprediksi penumpang bisa menembus 15 juta orang.

Kasubdit Sistem Penyelenggaraan dan Pengusahaan Bandar Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Cecep Kurniawan mengatakan pihaknya terus memberikan pelayanan optimal untuk masyarakat. Pihaknya pun siap mem-back up penuh untuk pembangunan bandara.

"Untuk Lampung, kami akan back up penuh. Apalagi Bandara Radin Inten bisa bersinergi dengan transportasi lain seperti kereta dan bus serta Trans-Sumatera," katanya di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Jumat, 14 Februari 2020.

Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awaludin mengatakan mulai 1 Januari 2020, Bandara Raden Inten II resmi bergabung dengan pihaknya. Ia mengatakan komitmen pembangunan di Lampung terus dilakukan sesuai dengan arahan dan masukan dari gubernur Lampung yang akan direalisasikan satu per satu.

"Kami juga butuh dukungan gubernur Lampung dalam penataan ruang dan wilayah. Kami merencanakan masterplan dan melakukan pembahasan, bila sudah selesai akan kami sampaikan," katanya.

Dia menambahkan pengembangan sarana dan prasarana harus dilakuan melihat pertumbuhan penumpang yang terus meningkat. Pada 2019 lalu sudah ada 3 juta penumpang per tahun, sementara exiting bandara hanya 3,2 juta. Jadi saat ini bila jam-jam sibuk dengan kepadatan tinggi, pelayanan terasa kurang nyaman.

"Masterplan ini nanti kami sampaikan kepada menteri Perhubungan. Namun, jika pemerintah daerah tidak menyetujui, menteri pun akan menolaknya. Masterplan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan penumpang 15—20 tahun ke depan," katanya.

Sementara itu Gubernur Arinal Djunaidi mengatakan Lampung harus terus berbenah dalam pembangunan Bandara Radin Inten yang terus bersiap menjadi embarkasi haji penuh dan internasional. Pemprov sudah menyerahkan tanah seluas 114 hektare untuk bandara dan ditargetkan pada 2021 bisa menjadi bandara internasional secara utuh.

"Pembangunan dan transportasi terus didorong karena banyak masyarakat yang lalu lalang masuk Lampung. Kemudian dalam waktu dekat ini akan ada maskapai Lampung Air dengan pesawat 737 yang penerbangannya akan diatur Angkasa Pura II," katanya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar