#Metro#Pembebasan-AlAqsa

Massa di Metro Tuntut Pembebasan Al Aqsa

( kata)
Massa di Metro Tuntut Pembebasan Al Aqsa
Massa Aliansi Masyarakat Selamatkan Al Aqsa (AMSA) Lampung turun ke jalan menuntut pembebasan Palestina dari Israel di Bundaran Kota Metro, Jumat, 13 Desember 2019. DOK AMSA

METRO (Lampost.co) -- Dua pekan sejak 29 November yang diperingati sebagai Hari Solidaritas Internasional atas Rakyat Palestina yang ditetapkan oleh PBB, ratusan orang di Kota Metro turun ke jalan mengutuk kejahatan yang dilakukan oleh Israel kepada bangsa Palestina, Jumat, 13 Desember 2019.

‌Massa aksi yang menamai diri dengan Aliansi Masyarakat Selamatkan Al Aqsa (AMSA) Lampung ini melakukan unjuk rasa yang dimulai dari Masjid Takwa menuju Bundaran Kota Metro sekaligus melakukan penggalangan dana untuk membantu korban penindasan Israel terhadap Palestina.

Massa gabungan yang terdiri dari berbagai organisasi ini memenuhi Bundaran Kota Metro untuk menyampaikan tuntutan. Dalam aksi itu, AMSA Lampung menyerukan beberapa tuntutan, yaitu mengutuk keras tindakan Israel terhadap Palestina, mendesak pemerintah untuk tegas terhadap kezaliman Israel, mengajak masyarakat untuk menggalang dana membantu Palestina, dan senantiasa mendoakan Palestina agar diberikan kekuatan menghadapi kezaliman Israel.

Suwanda, selaku koordinator lapangan (korlap), dalam rilisnya mengatakan Palestina bukanlah negara yang asing bagi Indonesia. “Palestina hadir, melalui salah satu mufti-nya, Amin Al Husaini, di saat negara-negara lainnya masih takut untuk mengakui kemerdekaan Indonesia pada waktu itu. Hari ini, detik ini, Palestina belum juga terbebas dari penjajahan. Maka, sudah semestinya kita mendukung dan menyerukan kemerdekaan Palestina,” ujarnya.

Turut hadir dalam aksi tersebut Ahmad Kuseini, wakil ketua DPRD Metro, sekaligus menyampaikan orasi dan mendukung sepenuhnya pembebasan Al Aqsa.

“Sesungguhnya, bangsa Indonesia memiliki utang budi pada Palestina. Sebab, setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, Palestina melalui mufti besarnya, Amin Al Husaini, mengakui kemerdekaan Indonesia. Lalu disusul oleh negara-negara yang lain,” katanya.

‌Aksi massa yang ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Nasrianto, sekretaris MUI Kota Metro yang juga ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Metro, ini berjalan lancar. Petugas kepolisian yang ada di lokasi dengan sigap mengatur lalu lintas sehingga tidak sampai terjadi kemacetan. ‌

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar