#maskapai#bandara#laranganmudik#beritalampung#ekbis

Maskapai Penerbangan Alami Kerugian akibat Pembatasan Penumpang

( kata)
Maskapai Penerbangan Alami Kerugian akibat Pembatasan Penumpang
Ilustrasi. Foto: Google Images

Bandar Lampung (Lampost.co): Demi memutus mata rantai dan menghentikan penyebaran virus korona, sejumlah bandar udara di Indonesia menghentikan penerbangan penumpang, termasuk di Bandara Radin Inten II, Lampung.

Melihat hal tersebut, sejumlah maskapai penerbangan mengikuti arahan dari pemerintah. Meskipun dampak dari kebijakan tersebut dapat merugikan perusahaan maskapai penerbangan

"Khusus untuk Lion Air Group, mencermati dan mengikuti aturan tersebut. Mengenai kerugian saat ini masih dalam perhitungan sehingga belum bisa dipublish. Namun sebelum kebijakan ini berjalan, penurunan dari penumpang cukup terasa lebih dari 40%," kata Danang Mandala, Corporate Communications Strategic Lion Air Group, Minggu, 26 April 2020.

Lebih lanjut, Ia mengatakan saat ini Lion Air Group sedang berfokus untuk memproses refund kepada calon penumpang dengan melakukan anjuran dan prosedur yang telah ditentukan sebelumnya.

"Sehubungan pembatalan penerbangan Lion Group dari 25 April hingga 1 Juli 2020 pengajuan refund dapat diisi langsung ke refund.voucher@lionair.co.id dengan melampirkan kode booking dan nomor tiket pada email," ujar dia.

Selain itu, tambah dia, bagi calon penumpang dapat reschedule dengan menghubungi call center Lion Air Group. 

Mengenai penumpang khusus dan kargo, Ia mengatakan pihaknya masih melayani, hanya saja saat ini belum bisa ditentukan berapa perbandingan bersaran dengan penumpang biasa.

"Kami belum bisa tentukan. Namun, khusus untuk kargo saat ini masih terus berjalan dan kami juga tetap fokuskan melayani penumpang kami dengan layanan optimal," tegas dia.

Sementara itu, hal serupa dikatakan oleh maskapai Express Air, yang menjelaskan bahwa bagi penumpang batal terbang dapat memilih opsi rebook (pesan ulang) ke bulan Juni secara gratis, jika refund kembali ke tempat pembelian.

"Prosedurnya cukup menghubungi customer service atu menghubungi tempat pembelian awal tersebut atau ke nomer call center kami dan akan segera di arahkan," ujar Marketing Communication Express Air, M. Irfan.

Ia mengatakan bahwa dampak cukup besar bagi perusahaan masakapai termasuk Express Air dengan penerbanga saat ini hanya bisa menjalankan kargo logistik.

"Jika kerugian kami tidak bisa menjelaskan secara perinci, namun diperkirakan diatas 50%. Demikian dengan penurunan penumpang sangat turun cukup drastis dan dialami semua maskapai," katanya.

Mengenai pemasukan kargo, lanjut dia, sata ini maskapai tersebut masih melayani dan diatur oleh divisi khusus. "Saat ini masih terus beroperasi, dan untuk kargo masih berjalan dengan normal seperti biasa," katanya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar