#nuansa#masjid#pembangunan-masjid

Masjid

( kata)
Masjid
Ilustrasi Pixabay.com

Ricky Marly

Wartawan Lampung Post

BEBERAPA hari lalu, saya mendapat pesan dari salah satu anggota WhatsApp Group. Pesan itu berupa tulisan mengenai masjid, tulisannya seperti ini.

Ada sahabat kami yang menyarankan seandainya kamu mampu membangun masjid. Maka kami berpesan:

Pesan pertama: Bukalah pintu masjidmu 24 jam, agar Engkau tidak malu di hadapan Allah yang telah membukakan pintu ampunan-Nya untuk kita semua di setiap waktu. Barangkali ada saudara kita yang ingin beriktikaf malam atau bertahajud dan pintu masjid yang dijaga oleh takmir tetap terbuka.

Pesan kedua: Jangan pernah Engkau tulis “dilarang tidur di masjid” karena kamu tidak tahu ada beberapa musafir yang sama sekali tidak punya uang untuk menginap di hotel/penginapan dan perkarangan lantai depan masjid lah mereka bisa untuk mengistirahatkan kepenatannya.

Pesan ketiga: Jangan pernah kamu tulis “selain jemaah masjid, dilarang menggunakan toilet atau toilet bukan untuk mandi”. Mengapa begitu perhitungannya kita dengan musafir, hanya menumpang buang air kecil pun atau untuk membersihkan diri harus dicegah? Padahal, ceramah khatib mengatakan kebersihan sebagian dari iman.

Pesan keempat: Jangan pernah kamu tulis “jangan membawa anak kecil” atau berkata “jangan berisik!”. Ketahuilah, anak-anak kecil itulah yang akan menjadi penerus kita nanti, baik selagi hidup atau sudah wafat. Biasakanlah anak-anak kita dengan masjid.

Pesan kelima: Bangunlah masjidmu senyaman mungkin, karena masjid bukan hanya sekadar tempat bersujud, tetapi bisa digunakan untuk bermusyawarah, mengurusi masalah umat, menimba ilmu, serta menenangkan hati dan mengistirahatkan zahir dan batin kita.

Pesan keenam, sebelum kuakhiri, bila kamu jadi pengurus masjid, jangan bangga jumlah infak yang ratusan juta, tapi tidak digunakan untuk kemakmuran masjid.

Ingatlah, orang berinfak ke masjid itu berharap pahala jariah. Bagaimana mereka akan mendapatkan pahala amal jariah dan kamu mendapatkan pahala menjaga amanahnya, sedangkan uang infak mereka tidak kamu gunakan, karena kamu hanya bangga dengan total saldonya saja!

Itulah sebagian tulisan yang saya dapat mengenai masjid. Mudah-mudahan, kita diberi rezeki lebih dari Allah untuk kita kumpulkan demi membangun masjid.

Apabila uang sudah terkumpul untuk membangun masjid, kita bisa menerapkan pesan-pesan diatas untuk memakmurkan masjid dan memberikan pelayanan yang baik bagi jemaah masjid. Amin.

 

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar