#penusukan#beritalampung

Tersangka Pembunuhan di Hiburan Organ Tunggal Dapat Diskon Sepertiga Hukuman

( kata)
Tersangka Pembunuhan di Hiburan Organ Tunggal Dapat Diskon Sepertiga Hukuman
Kapolres Lambar menunjukan alat bukti tersangka pembunuhan di arena organ tunggal di Pekon Buat Nyerupa, Sukau, Lambar. Lampost.co/ Eliyah


Liwa (Lampost.co)-- Kapolres AKBP Heri Sugeng Priyantho menyatakan tersangka AW (16) warga Lampung Barat yang menjadi tersangka kasus pembunuhan terhadap RP (16) di arena organ tunggal berdasarkan aturan yaitu akan mendapatkan 1/3 hukuman dari vonis yang akan ditetapkan hakim.

"Karena tersangka ini statusnya masih merupakan anak dibawah umur maka berdasarkan ketentuan nantinya akan menjalani hukuman 1/3 dari vonis yang ditetapkan hakim," kata Kapolres saat menggelar press rilis di Mapolres setempat yang didampingi anggota Reskrim Polres setempat, Senin 1 Agustus 2022.

Pasal yang diterapkan dalam proses hukum terhadap tersangka ini, lanjut dia, yaitu Pasal 80 ayat (3) jo Pasal 76 C Undang Undang RI No.35/2014 perubahan atas Undang Undang RI No.23/2002 tentang Perlindungan Anak Jo UU RI No.11/2012 tentang sistem peradilan pidana anak dengan ancaman selama 15 tahun.

Baca Juga : Polisi Amankan Pelaku Penusukan di Arena Organ Tunggal

"Sesuai ketentuan ancaman hukumannya maksimal 15 tahun tapi karena tersangkanya masih anak dibawah umur maka dalam putusan yang dilaksanakan oleh majelis hakim nanti yaitu hanya dikenakan sepertiganya," kata dia.

Kapolres mengaku, terkait kasus ini pihaknya telah memeriksa enam saksi yang didukung oleh barang bukti berupa Sajam milik tersangka dan pakaian korban.

Mengenai motif pembunuhan yang dilakukan tersangka kata dia, yaitu terjadi secara spontanitas, tidak ada unsur dendamnya. "Jadi ini spontanitas saja karena mau joget," kata dia.

Berdasarkan keterangan tersangka lanjut dia, bermula saat ia tiba di lokasi organan. Setelah memarkirkan sepeda motor lalu berniat naik ke atas panggung tetapi saat berada diatas tangga tiba-tiba dihalangi oleh korban.

Ia sempat memberi jalan untuk korban tetapi secara bersamaan korban menyikutnya hingga mengenai dagunya. Kemudian korban berkata 'jangan disini'.

Tidak lama kemudian  korban menarik tersangka ke bawah panggung ke arah teman-teman korban. Secara bersamaan ada dua laki-laki menasehati korban dan kawan-kawannya.

Namun tidak lama dari itu, tiba-tiba pelaku didatangi salah satu dari rekan korban sambil berkata "Mau Dimana Tempatnya". Namun saat itu pelaku ingin menghampiri korban untuk meminta maaf atas kejadian itu dengan menanyakan dimana korban.

Namun baru beberapa langkah hendak menuju tempat korban dengan suasana gelap tib-tiba ada yang menepuk pinggang pelaku hingga dua kali dengan sebuah benda dan secara reflek benda tersebut diambil dan ternyata sebuah pisau kemudian dikantonginya.

Akan tetapi pelaku tidak mengetahui siapa yang menepuk pinggangnya itu karena ia tidak menoleh dan dengan suasana yang sedikit gelap.

Bersamaan dengan itu tiba-tiba korban menghampirinya dengan mengatakan mau dimana tempatnya? Tetapi pelaku hanya diam saja.

Sejurus kemudian korban hendak memukul pelaku dengan tangannya. Melihat itulah, pelaku langsung mengambil pisau dari dikantonginya lalu menusuknya ke tubuh korban.

Setelah itu pelaku melarikan diri ke hutan melalui belakang rumah warga yang menggelar hajatan itu untuk melepaskan jaket yang dikenakanya dengan tujuan agar tidak dikenali.

Dian Wahyu K






Berita Terkait



Komentar