koronacovid-19

Masih Banyak Masyarakat Tak Percaya Virus Covid-19

( kata)
Masih Banyak Masyarakat Tak Percaya Virus Covid-19
Di tengah peningkatan kasus covid-19, rupanya masih banyak orang yang tidak memercayai keberadaan virus ini (Foto:Shutterstock)


Jakarta (Lampost.co) -- Sembilan bulan telah berlalu sejak kasus pertama covid-19 diumumkan di Indonesia. Bukannya melandai, kasus positif covid-19 justru terus meningkat. Di tengah peningkatan kasus covid-19, rupanya masih banyak orang yang tidak memercayai keberadaan virus ini.

"Banyak orang yang masih tidak percaya ada itu (virus covid-19)," kata Direktur Medik Rumah Sakit PGI Cikini Dr Inolyn Panjaitan, dikutip channel YouTube BNPB Indonesia.

Ketidakpercayaan tersebut menyebabkan masih banyak orang yang tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan. Misalnya, mengabaikan penggunaan masker dan tidak menjaga jarak di tempat umum.

"Covid-19 itu nyata. Sudah banyak warga dan tenaga medis yang menjadi korban," kata Dr Inolyn.

Apalagi, saat ini hampir seluruh kertersediaan tempat tidur di rumah sakit penuh. Kondisi ini sudah terjadi bahkan sebelum masa liburan Natal dan Tahun Baru.

"Jika usai liburan ada peningkatan kasus lagi, tidak tahu lagi bagaimana melayani masyarakat," katanya.

Dikutip situs covid19.go.id, jumlah kasus positif di Indonesia sudah mencapai 685.639 orang per 23 Desember 2020. Jumlah yang meninggal mencapai 20.408 orang. Sementara, yang sembuh sebanyak 558.703 orang.

Pada masa pandemi ini, Ingatlah selalu untuk menerapkan 3M, yaitu #pakaimasker, #jagajarak dan #jagajarakhindarikerumunan, serta #cucitangan dan #cucitanganpakaisabun untuk mencegah penularan covid-19 sesuai anjuran pemerintah melalui #satgascovid19.

Winarko







Berita Terkait



Komentar