#pedagang#pasarSMEP

Masih Ada Asa Pedagang Pasar SMEP Bandar Lampung 

( kata)
Masih Ada Asa Pedagang Pasar SMEP Bandar Lampung 
Aisyah pedaganag eks Pasar SMEP Bandar Lampung. (Lampost.co/ Deta Citrawan)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Seorang wanita paruh baya terlihat sedang duduk dibalik susunan aneka macam buah pada kios di pinggiran Jalan Imam Bonjol, TanjungKarang, Bandar Lampung, Rabu (24/4/2019) sekira pukul 14.00 WIB. 
 
Bahunya bersandar pada dinding pagar gereja yang terdapat disana, dengan mengenakan jilbab warna hitam, pakaian hitam dengan corak bergaris abu-abu dan biru laut. Matanya tertuju pada jalan raya yang berada tepat didepannya. Memandang dengan penuh harapan seorang yang melintas untuk membeli buah-buahan dagangannya. 
 
Aisyah namanya, dirinya kini yang telah menginjak umur 61 tahun tetap melakoni usaha berdagang buah sejak kurang lebih 30 tahun lalu. Lewat usahanya itulah ia mendapat rezeki untuk menghidupi anak-anaknya setelah pada tahun 2006 lalu ditinggal oleh suami tercinta yang telah menghadap sang khalik. 
 
Saat ini ia tinggal bersama dengan kedua anak laki-lakinya dirumah dan keduanya telah menyelesaikan pendidikan sampai ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Sedangkan ketiga anak lainnya telah berkeluarga. 
 
Sosoknya merupakan satu dari sekian banyak pedagang eks pasar SMEP yang sampai saat ini masih berjualan disekitaran lokasi pasar itu. Ia menggantungkan harapan bahwa nantinya lokasi pasar tersebut dapat ditempati lagi seperti sediakala. 
 
Aisyah mengatakan, untuk saat ini situasi berdagang diseiitaran pasar SMEP cukup untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Tak jarang saat ramai pembeli, dirinya dapat mendapatkan keuntungan berkisar Rp500 ribu, namun ketika sepi pembeli ia harus rela untuk hanya memeperoleh keuntungan sekitar Rp35 ribu sampai Rp40 ribu per hari. 
 
Meskipun demikian ia tetap bersyukur, dengan penghasilan itu dirinya masih tetap dapat mencukupi untuk keperluan rumah sehari-hari. Walaupun ia harus berdagang mulai dari pukul 8 pagi sampai 9 malam. 
 
Ia ingin pasar itu dapat dibangun kembali dan selesai, sehingga para pedagang dapat kembali menempati lokasi dimana mereka dahulu memulai dan berkumpul sesama pedagang pasar SMEP.  
 
 

Deta Citrawan

Berita Terkait

Komentar