Ombudsmanagraria

Masalah Agraria Dominasi Aduan ke Ombudsman

( kata)
Masalah Agraria Dominasi Aduan ke Ombudsman
Kepala Ombudsman Lampung Nur Rachman menyampaikan hasil kinerja selama 2020, Senin, 14 Desember 2020. Lampost.co/Umar Robbani


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Ombudsman Perwakilan Lampung menerima 147 aduan terkait pelayanan publik. Dari jumlah itu laporan terbanyak yang diterima adalah persoalan agraria yakni 32 pengaduan.

Kepala Ombudsman Lampung Nur Rachman Yusuf, mengatakan aduan terbanyak berasal dari Pesawaran. Ia menjelaskan, ada 4 persoalan yang banyak diadukan masyarakat selama 2020. Antara lain pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL), penyelesaian sengketa tanah, pengadaan tanah untuk kepentingan umum, serta pengukuran dan pemetaan kadastral.

"Dari empat masalah agraria itu, yang paling banyak dilaporkan adalah persoalan PTSL," kata dia, dalam konferensi pers hasil kinerja, Senin, 14 Desember 2020. 

Kemudian, persoalan lainnya yang banyak dilaporkan masyarakat adalah layanan pendidikan, seperti terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB). Dalam aduan tersebut, masyarakat banyak mengeluhkan terkait keterangan domisili sebagai syarat pendaftaran jalur zonasi. Sebab, banyak masyarakat yang pindah tempat tinggal, namun belum memperbarui keterangan di KTP.

"Ini yang harus dipahami masyarakat dan pemerintah pun harus memberikan perhatian lebih terhadap masalah tersebut," ujarnya.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar