#Pilkada

Masa Jabatan Singkat Eva Dwiana Pilih Fokus Kerja

( kata)
Masa Jabatan Singkat Eva Dwiana Pilih Fokus Kerja
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana. Dok. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kepala daerah terpilih hasil pemilihan 2020 menjadi pihak paling dirugikan atas berlakunya pemilihan kepala daerah serentak (Pilkada) pada 2024. Di Lampung sendiri ada delapan kepala daerah.

Salah satunya, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana yang baru menjabat pada 21 Februari 2021. Eva akan memimpin Kota Tapis Berseri setidaknya pada akhir 2024, ia tidak menjabat selama lima tahun seperti kepala daerah pada umumnya.

Baca juga: 8 Bupati/Wali Kota di Lampung Dirugikan Pilkada 2024

"Apapun yang dilakukan pemerintah pusat pasti sudah dipikirkan untuk kabupaten/kota dan provinsi (masa jabatan). Bunda melakukan ini (menjabat) cuma amanah, dan harus dijalankan," ujar Eva Dwiana saat ditemui di Kantor Kelurahan Bakung, Selasa, 11Januari 2022.

Eva menyebut program kerja dan janji politiknya tetap bisa dijalankan. Setidaknya Pemkot Bandar Lampung telah  menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk beberapa tahun ke depan. Sehingga, diharapkan pembangunan yang dilakukan dengan waktu yang pendek, tetap sesuai dengan koridor dan sesuai target.

"RPJMD lima tahun kan juga sudah dilakukan (disusun), intinya kami mengikuti aturan pemerintah pusat, yang terbaik aja," kata mantan Anggota DPRD Lampung itu.

Sementara, Pengamat Kebijakan Publik Dedi Hermawan menyebutkan akibat konsekuensi pilkada serentak, kepala daerah yang terimbas dituntut bekerja secara efektif. Ia menyarankan agenda yang skala prioritas segera dituntaskan, terutama janji politik kepala daerah saat berkampanye.

"Yang belum prioritas bisa ditunda, segera fokus pada program utama, misanya terkait bidang kesehatan pendidikan, infrastuktur, dan layanan publik," ujarnya.

Menurutnya, Pemkot Bandar Lampung secara birokrasi dengan aparaturnya, harus segera mensuport kerja efektif kepala daerah dengan waktu yang terbatas.

Kepala Daerah dengan masa jabatan yang pendek juga, jika ingin melanjutkan program kerjanya, dengan cara terpilih kembali harus melakuka terobosan pembangunan dan kebijakan, yang memberi dampak dan kesan mendalam ke masyarakat.

"Itu menjadi modal penting pada saat (jika) ingin maju kembali," paparnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar