#lamtim#pembunuhan#kriminal

Marius Bunuh Istri karena Cemburu

( kata)
Marius Bunuh Istri karena Cemburu
Wakapolres Lamtim Kompol Suparman menunjukkan pisau yang digunakan Marius untuk menghabisi nyawa istrinya Misnawati dalam konferensi pers di mapolres setempat, Rabu, 13 November 2019. Lampost.co/Djoni Hartawan Jaya

Sukadana (Lampost.co) -- Cemburu karena menduga istrinya berselingkuh dengan pria lain menjadi motif Marius (43) membunuh Misnawati (34) dengan tujuh tikaman. Tersangka dibekuk di tempat persembunyiannya di Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Hal itu diungkapkan Wakapolres Lamtim, Kompol Suparman, mewakili Kapolres AKBP Taufan Dirgantoro, pada konferensi pers di mapolres setempat, Rabu, 13 November 2019. Kejadian pembunuhan terjadi pada Rabu, 6 November 2019, sekitar pukul 21.30.

Setelah beraksi, malam itu tersangka langsung kabur menggunakan sepeda motor namun kemudian meninggalkannya di Desa Sidodadi, Kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan. Begitu juga pisau dapur yang digunakan menghabisi nyawa istrinya dibuang di perbatasan Lamtim dengan Lamsel.

Tersangka kemudian melanjutkan pelariannya ke wilayah Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muara Enim, Sumsel, menumpang mobil travel. Namun, lokasi persembunyiannya terendus petugas gabungan Resmob 308 Polres Lamtim dan Polsek Sekampung Udik yang terus melakukan pengejaran sejak malam kejadian.

Setelah lima hari lima malam dikejar, petugas gabungan yang di-back-up Resmob Polres Muara Enim dan Resmob Polsek Rambang Dangku meringkus tersangka, Selasa, 12 November 2019.

“Setelah ditangkap tersangka Marius langsung dibawa ke Mapolres Lamtim,” kata Kompol Suparman didampingi Kasat Reskrim AKP Faria dan Kapolsek Sekampung Udik Iptu Mirga Juanda.

Dari hasil pemeriksaan diketahui Marius membunuh istrinya Misnawati karena cemburu. Dia menduga istrinya telah berselingkuh atau memiliki pria idaman lain (PIL).

“Karena motif cemburu itulah Marius akhirnya melakukan pembunuhan terhadap istrinya Misnawati pada Rabu, 6 November 2019, sekitar pukul 21.30 WIB, di Desa Gunungagung, Kecamatan Sekampungudik,” kata Wakapolres.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar