#nuansa#hutri#setitikair

Mari Bersyukur

( kata)
Mari Bersyukur
Ilustrasi. (Google Images)

DIRGAHAYU Indonesia. Doa dan ucapan syukur mari kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kemerdekaan selama 74 tahun ini. Betapa nikmat hidup dalam negara berdaulat.

Sebelum mereguk kemerdekaan, Indonesia hanyalah bangsa terjajah oleh bangsa asing. Lalu, apakah sekarang sudah benar-benar merdeka? Sepertinya belum. Setidaknya, ada penjajah lainnya yang merasuk pikiran segelintir rakyat, hoaks dan ujaran kebencian.

Tantangan yang dihadapi rakyat Indonesia kini bukan lagi para kompeni yang ingin menguasai teritorial. Rakyat tidak berjuang dengan bambu runcing seperti dahulu.

Kini kita yang hidup di era digital, harus berjuang untuk menggunakan jemari secara bijak. Indonesia kini telah menjelma sebagai raksasa teknologi digital Asia.

Kementerian Kominfo menyatakan penduduk Indonesia mencapai 250 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, pengguna aktif telepon pintar lebih dari 100 juta orang pada 2018. Dengan jumlah itu, Indonesia negara dengan pengguna aktif telepon pintar terbesar keempat di dunia setelah Tiongkok, India, dan Amerika.

Di sisi lain, jumlah daerah dengan intensitas tinggi dalam penyebaran berita hoaks pada akhir 2018 sebanyak 90 daerah. Pada tahun ini, Bawaslu menyatakan jumlahnya meningkat menjadi 92 daerah. Berita hoaks kebanyakan berisi tentang politik identitas dan SARA.

Hoaks dan ujaran kebencian adalah ancaman serius keutuhan bangsa. Hal itu amat berisiko memecah bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Kini, detik-detik peringatan Logo 74 tahun Kemerdekaan RI melambangkan sinergi, kolaborasi, inspirasi, dan semangat bekerja tiada henti membangun negeri. Inilah momentum untuk memulai perjuangan sebagai negara yang lebih baik dari sebelumnya.

Proklamasi yang digemakan pada 1945 biarlah menjadi pertanda kemerdekaan bangsa dari penjajah. Dan, peringatan kemerdekaan di tahun 2019 ini semoga menjadi awal dari kemerdekaan rakyat Indonesia dari hoaks dan ujaran kebencian.

Kidung Jemaat Nomor 337 memuat pujian tentang rasa syukur atas Tanah Air yang indah. Demikian liriknya:

Betapa kita tidak bersyukur bertanah air kaya dan subur; Lautnya luas, gunungnya megah, menghijau padang, bukit dan lembah.

Itu semua berkat karunia Allah yang Agung, Mahakuasa; Itu semua berkat karunia Allah yang Agung, Mahakuasa.

Mari, bangsa Indonesia, berjuang melawan hoaks dan ujaran kebencian. Pandailah bersyukur atas kemerdekaan ini. Mari merdeka dari kabar bohong demi keutuhan bangsa. Dirgahayu bangsaku tercinta. God bless Indonesia.

Delima Natalia Napitupulu/Wartawan Lampung Post

loading...

Berita Terkait

<<<<<<< .mine
loading...
||||||| .r621
loading...
=======
>>>>>>> .r624

Komentar