pencurian

Marak Pencurian Sapi di Lamsel, Polda Turun Tangan

( kata)
Marak Pencurian Sapi di Lamsel, Polda Turun Tangan
Aksi pencurian sapi di Lampung Selatan, sisakan jeroan. Foto: Dok

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Polda Lampung membackup Polres Lampung Selatan dalam menangani perkara dan mengejar para pelaku pencurian hewan ternak yang marak di Lampung Selatan dalam tiga bulan terakhir.

"Jajaran reskrim polsek dan polres dibackup opsnal polda terus melaksanalan lidik dalam rangka ungkap," ujar Dirreskrikum Polda Lampung Kombespol Muslimin Ahmad, Jumat, 26 Juni 2020.

Baca juga: Rentetan Kasus Pencurian Sapi di Lampung Selatan

Baca juga: Dua Ekor Sapi di Katibung Disikat Maling

Pihaknya menerjunkan beberapa personel dari Subdit III Jatanras untuk melacak keberadaan pelaku. Ia berharap jika ada peristiwa kembali, laporan cepat dari masyarakat dapat membantu proses penyelidikan.

"Ia (subdit III jatanras), backup," katanya.

Diberitakan sebelumnya, kasus pencurian hewan ternak sapi di sejumlah kecamatan Lampung Selatan semakin hari semakin menjadi. Berdasarkan informasi yang dihimpun lampost.co, dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, sebanyak 8 ekor sapi warga hilang dicuri di empat kecamatan yang berbeda. 

Di Desa Sukaraja, Kecamatan Palas dan Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda, modus yang dilakukan kawanan pencuri dengan memotong sapi curian dan meninggalkan jeroan tidak jauh dari lokasi kejadian. 

Sedangkan di Desa Kemukus, Kecamatan Ketapang dan Desa Transtanjungan, Kecamatan Katibung, sapi hilang dicuri dari kandang dan diangkut menggunakan kendaraan. 

Terakhir, di Dusun Tegalrejo, Desa Transtanjungan, Kecamatan Katibung, dua ekor sapi betina dalam keadaan bunting milik Kusno (51) tua hilang dicuri. 
"Kedua sapinya dalam keadaan bunting tua," kata korban, Rabu 24 Juni 2020. 

Kedua hewan ternak yang hilang itu satu ekor sapi miliknya, sedangkan seekor lagi milik kepala desa setempat yang digaduh (pelihara) sejak empat tahun silam. 
"Kalau digaduh, anak pertama untuk yang punya, anak kedua baru punya saya," ujarnya. 


Dijelaskannya, sangat sedih apabila teringat bertahun-tahun mengurus dan memberikan pakan kedua ekor sapi yang hilang tersebut. 
"Istri saya sampai enggak masak dan enggak mau makan kalau ingat sapi yang hilang," kata dia.  (RUL)

Winarko



Berita Terkait



Komentar