maradonaargentina

Maradona dan Piala Dunia

( kata)
Maradona dan Piala Dunia
Diego Armando Maradona-Foto AFP


Jakarta (Lampost.co) -- Legenda sepak bola Diego Armando Maradona, dikabarkan meninggal dunia pada Rabu 25 November 2020. Ia tutup usia pada 60 tahun akibat serangan jantung. Pemain kelahiran Lanús, Provinsi Buenos Aires, Argentina, pada 30 Oktober 1960, itu meninggal di Tigre, Provinsi Buenos Aires, Argentina.

Maradona dan Piala DuniaMaradona diyakini sebagai salah satu pemain terbesar yang pernah ada. Sepanjang karirnya untuk Timnas Argentina, Maradona sudah tampil sebanyak 91 kali dan mencetak 34 gol. Tampil di empat gelaran Piala Dunia, Maradona termasuk dalam deretan pemain sepak bola terbaik abad ini bersama dengan Pele, Johan Cruyff dan Christian Vieri.

Maradona memulai debutnya bersama Argentina pada usia 16 tahun melawan Hongaria pada 27 Februari 1977. Pada usia 18 tahun Maradona berpartisipasi dalam Piala Dunia Junior yang diselenggarakan di Jepang, di mana Argentina sempat berhadapan dengan Indonesia dengan hasil 5-0. Maradona mencetak 2 gol bersama Ramón Díaz yang mencetak hattrick.

Di pentas senior, Maradona melakukan debutnya dalam pentas Piala Dunia pada Piala Dunia FIFA 1982. Pada babak penyisihan Argentina yang adalah juara bertahan secara mengejutkan kalah 0-1 oleh Belgia,walaupun begitu Argentina berhasil melaju ke babak kedua turnamen setelah mengalahkan Hongaria 4-1 dan El Salvador 2-0.
Di babak berikutnya mereka kembali mengalami kekalahan oleh Italia 1-2 dan Brasil 1-3. Maradona tampil dalam semua pertandingan di Piala Dunia dan mencetak 2 gol. Semuanya dibuat dalam pertandingan melawan Hongaria.

Piala Dunia 1986 di Meksiko, Maradona mempertunjukkan kehebatannya saat ditunjuk menjadi kapten tim. Bisa dibilang, skill individunya yang mengantarkan Argentina keluar sebagai Juara Dunia untuk kedua kalinya.

Maradona dan Piala DuniaPada Piala Dunia FIFA di Meksiko tersebut, Maradona membuat gol terbaik sepanjang masa versi FIFA, yaitu ketika Argentina bertemu Inggris di babak perempat final. Maradona sukses melakukan sprint sambil membawa bola dari tengah lapangan, kemudian melewati lima pemain Inggris (Glenn Hoddle, Peter Beardsley, Steve Hodge, Peter Reid, Terry Butcher) dan menaklukkan kiper kenamaan Inggris, Peter Shilton, hanya dalam waktu kurang lebih 10 detik.

Sayangnya, pada partai tersebut pula, Maradona membuat gol sangat buruk. Gol tersebut tercipta melalui bantuan tangan, yang dikatakan Maradona sebagai hasil bantuan "tangan Tuhan". Ia akhirnya mengakui bahwa hal tersebut dilakukan dengan sengaja pada 22 Agustus 2005.  Total Maradona mencetak 5 gol dan 5 assist dan tidak pernah diganti selama pertandingan Argentina dalam Piala Dunia FIFA 1986. Sebagai bentuk penghormatan, maka didirikanlah patung Maradona ketika sedang mencetak gol di depan pintu masuk stadion Stadion Azteca.

Piala Dunia 1990, Pada Piala Dunia berikutnya tahun 1990 di Italia, Maradona kembali mengkapteni Argentina. Namun penampilan Maradona kurang maksimal dikarenakan cedera lutut sebelum turnamen dimulai. Argentina memulai perjalanannya dalam turnamen ini dengan kurang meyakinkan, hampir tersisih dalam babak awal dan hanya menempati peringkat 3 dalam Grup B.

Maradona dan Piala DuniaArgentina kemudian bertemu musuh bebuyutannya Brasil. Ketika diramalkan akan menderita kekalahan, Maradona tampil sebagai pahlawan dengan mengirimkan umpan untuk diselesaikan oleh Claudio Caniggia. Argentina menang 1-0 atas Brasil. Babak selanjutnya Argentina bertemu dengan Yugoslavia di mana pertandingan diselesaikan lewat adu penalti. Maradona adalah salah satu penendang penalti yang gagal.

Semifinal melawan Italia juga diselesaikan lewat adu penalti setelah skor 1-1 selama 2x45 menit. Kali ini Maradona berhasil menyarangkan penalti setelah dengan berani menendang bola pada arah yang sama ketika ia gagal ketika melawan Yugoslavia.  Di final sudah menunggu Jerman Barat yang kemudian berhasil mengalahkan Argentina 1-0 lewat penalti yang dicetak oleh Andreas Brehme pada menit ke-85, setelah terjadi pelanggaran kepada penyerang Jerman Barat, Rudi Völler.

Piala Dunia 1994, Maradona tampil lagi sebagai kapten untuk Argentina namun hanya tampil sebanyak 2 kali dan mencetak 1 gol ketika melawan Yunani. Ia kemudian tertangkap menggunakan doping, dan dilarang berpartisipasi dalam turnamen. Total selama mengiluti 4 gelaran Piala Dunia Maradona mencetak 8 gol. Tuduhan doping menurutnya ada konspirasi untuk melawan dirinya oleh Amerika Serikat, maklum Maradona dekat dengan Fidel Castro.

Maradona dan Piala DuniaPada 2008, Maradona secara mengejutkan terpilih menjadi pelatih kepala Argentina. Pada debutnya sebagai pelatih baru tim Tango, Maradona berhasil membawa timnya menumbangkan Skotlandia 1 - 0 di Glasgow. Skotlandia. Maradona juga menunjuk Javier Mascherano, gelandang Barcelona sebagai kapten baru Timnas.

Dalam Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, Maradona mengantarkan Argentina melaju sampai babak perempat final di mana Argentina dikalahkan oleh Jerman dengan skor telak 4-0. Maradona kemudian dipecat pada bulan Juli 2010.

Medcom







Berita Terkait



Komentar