#malapraktik#kesehatan

Mantri di Pesisir Barat Dituding Malapraktik

( kata)
Mantri di Pesisir Barat Dituding Malapraktik
Parni, saat menceritakan pengalamannya di Pekon Pardasuka, Kecamatan Ngaras, Kabupaten Pesisir Barat, Minggu, 13 Maret 2022. Lampost.co/Yon Fisoma


Krui (Lampost.co) -- Seorang warga Pekon Pardasuka, Kecamatan Ngaras, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Parni (56), terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit akibat kelebihan dosis obat (overdosis). 


Parni menceritakan, kejadian bermula pada Sabtu, 5 Maret 2022, pekan lalu, di saat ia merasakan sakit di bagian kepala. Akibat keluhan itu, ia pun meminta tetangganya, Muri, untuk memanggilkan seorang mantri berinisial H. Mantri H memang dikenal sering melayani pengobatan medis di wilayah setempat. 

"Saya kemudian disuntik oleh H, dan diberi obat berbentuk pil sebanyak lima macam," kata dia, Minggu, 13 Maret 2022. 

Baca: Proses Hukum Pencabulan Belasan Siswa di Pesibar Terhambat Surat Kejiwaan Pelaku

 

Setelah obat-obat itu diminum, kata Parni, lidahnya mendadak kelu. Setelah itu, ia mencoba meminum air kelapa dengan tujuan menetralisir pengaruh obat terebut.

"Saya menduga keracunan obat. Tapi setelah itu saya pingsan dan tidak ingat apa-apa lagi," kata dia.

Selama kehilangan kesadaran, Parni dibawa ke Rumah Sakit Kotaagung Kabupaten Tanggamus. Sampai saat ini, dia mengaku masih merasa lemas dan belum sepenuhnya pulih.

"Kepala saya sering sakit dan perut mual hingga muntah. Suara saya juga masih parau, belum normal," aku dia. 

Istri Parni, Maysaroh (36) meneritakan, sang suami jatuh pingsan setelah 30 menit usai mengonsumsi obat-obatan tersebut. 

"Saya terlebih dulu membawanya ke Puskesmas Ngaras. Dari keterangan tenaga medis, suami saya sempat hilang denyut nadi sekitar lima detik, tetapi alhamdulillah masih tertolong. Malam harinya, kami bawa ke RS Kotaagung," kata dia.

Maysaroh mengakui bahwa H menjadi andalan untuk pertolongan medis warga setempat. Namun, dia menyangsikan mantri tersebut mengantungi izin praktik. 

"Kami berharap dengan berobat ke H bisa sembuh, tetapi malah ini yang terjadi. H juga belum pernah sekalipun datang lagi sejak terakhir memberi suntikan dan pil tersebu. Ditelepon beberapa kali juga enggak pernah diangkat. Kami minta H ada kepedulian dan bertanggung jawab atas keadaan suami saya," kata dia. 

Kata Maysaroh ia  menduga penyebab peristiwa yang dialami suaminya yang bukannya sembuh setelah di obati Heri tetapi malah harus dirawat di rumah sakit, di Tanggamus, karena kelebihan dosis obat yang diberikan Heri.

Sementara itu, H membantah telah memberikan obat dengan dosis tinggi. Ia menegaskan telah memberikan jenis dan dosis obat yang disesuaikan dengan kondisi pasien.

"Saya kaget dibilang overdosis. Karena selama ini pasien yang saya obati baik-baik saja. Menurut saya penyebabnya ya karena obat itu diminum semua pada siang itu," kata dia.

Ia mengaku belum sempat menemui Parni karena masih sibuk melayani pasien. 

"Tetapi nanti saya akan menengoknya," kata dia.

Sobih AW Adnan








Berita Terkait



Komentar