FGDNataru

Mantapkan Operasi Angkutan Nataru Aman dan Nyaman

( kata)
Mantapkan Operasi Angkutan Nataru Aman dan Nyaman
Jajaran perhubungan darat melakukan Focus Group Discussion (FGD) Rencana Operasional Menjelang Libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021(Nataru) di Hotel Novotel Bandar Lampung, Jumat, 27 November 2020. Lampost.co/ Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemangku kepentingan atau stakeholder jajaran Kementerian Perhubungan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Angkutan Jalan di Lampung memantapkan operasi angkutan Libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021(Nataru) yang tertip, aman dan nyaman. Hal tersebut dibedah dalam Focus Group Discussion (FGD) Rencana Operasional Menjelang Libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021(Nataru) di Hotel Novotel Bandar Lampung, Jumat, 27 November 2020.

Agenda tersebut dihadiri Kasubdit Angkutan dan Antar Moda Direktorat Jendral Perhubungan Darat Ahmad Wahyudi, Kepala BPTD Wilayah VI Provinsi Bengkulu dan Lampung Sigit Mintarso, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo dan stakeholder perhubungan lainnya. Adapun peta jalan di Provinsi Lampung terdiri dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang 252 Km, Lintas Timur sepanjang 287,15 Km, Lintas Tengah sepanjang 321,52 Km, Lintas Barat sepanjang 305,46 Km dan Penghubung Lintas sepanjang 218,58 Km. Kemudian untuk daerah rawan kecelakaan di Lampung ada 36 titik.

Selanjutnya untuk daerah rawan longsor ada 4 titik dan daerah rawan banjir 6 titik. "Rencana persiapan angkutan natal 2020 dan tahun baru 2021 yang kita lakukan meliputi pembuatan posko, kesiapan terminal, kesiapan penyebrangan dan antisipasi kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi. Untuk rencana pelaksanaan posko 19 Desember 2020 - 6 Januari 2021 tersebar di Pelabuhan Bakuheni, Rest Area Way Urang, Terminal Raja Basa dan Kantor BPTD VI," kata Kepala BPTD Wilayah VI Provinsi Bengkulu dan Lampung, Sigit Mintarso dalam arahannya.

Kemudian untuk kesiapan armada angkutan yang rencana pelaksanaan ramp check atau inspeksi keselamatan tanggal 2-7 Desember 2020. Untuk angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang singgah di Terminal Tipe A Rajabasa yakni Damri 78 armada, Puspa Jaya 52 armada, Gumarang 15 armada, Krui Putra 8 armada, Arimbi 4 armada dan RBU 6 armada. Kemudian untuk angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yakni Jalur Utara 72 armada, Jalur Selatan 53 armada, Jalur Barat 48 armada, Jalur Timur 37 armada dan Rajabasa-Bakauheni Eksekutiv ada 12 armada. Sementara untuk bus cadangan pariwisata ada 30 armada dari Puspa Jaya, LJU, dan Damri.

"Untuk ramp check di Terminal Rajabasa sesuai data rekapitulasi mingguan 7-13 September 2020 ada 299 kendaraan laik jalan dan 106 kendaraan tidak laik jalan," katanya.

Dian Wahyu Kusuma







Berita Terkait



Komentar