#penggelapan#demokrat#beritalampung

Mantan Sekretaris DPD Demokrat Divonis 2 Tahun Penjara

( kata)
Mantan Sekretaris DPD Demokrat Divonis 2 Tahun Penjara
Fajrun Najah saat diwawancarai awak media usai sidang. Lampost.co/Ahmad Amri

Bandar Lampung (Lampost.co): Ketua Majelis Hakim Pastra Joseph Ziraluo menjatuhkan hukuman vonis terhadap terdakwa Fajrun Najah Ahmad selama dua tahun penjara dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tanjungkarang, Bandar Lampung, Kamis, 20 Febuari 2020.

Vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim lebih rendah dari untutan Jaksa Salahuddin yang menuntut terdakwa dengan pidana selama 3 tahun penjara.

Dalam amar putusannya, Ketua Majelis Hakim Pastra Joseph mengatakan bahwa terdakwa terbukti bersalah dan meyakinkan sehingga terdakwa divonis selama dua tahun penjara. Terdakwa melanggar Pasal 372 KUHP tentang Tindak Pidana Penggelapan.

"Terhadap terdakwa divonis selama dua tahun penjara, dikurangi masa tahanan," kata Pastra Joseph.

Sebelum menjatuhkan vonis terhadap terdakwa, Majelis Hakim mempertimbanhkan hal yang memberatkan dan hal yang meringankan terdakwa.

"Hal yang memberatkan yaitu terdakwa tidak mengakui perbuatannya, sedangkan yang meringankan terdakwa berlaku sopan selama dalam persidangan, kooperatif dan tidak pernah dihukum," ujarnya.

Usai membacakan vonis terhadap terdakwa, Majelis Hakim, mempersilahkan terdakwa untuk berkonsultasi dengan penasehat hukumnya.

"Silahkan, saudara punya hak untuk menyatakan terima atau pikir-pikir atas vonis ini," ujarnya.

Terdakwa pun langsung menghampiri penasehat hukumnya. "Izin yang mulia, atas vonis tersebut saya menyatakan terima vonis yang dijatuhkan itu," ujar Fajrun Najah.

Sementara itu, Jaksa Salahuddin ketika ditanya Majelis Hakim menyatakan pikir-pikir.

Usai, sidang ditutup, terdakwa Fajrun Najah terlihat menghampiri dan mencium kening istrinya.

"Dari awal saya menyatakan bahwa saya tidak pernah menerima uang seperti yang dituduhkan kepada saya. Dan saya terima putusan ini dengan ikhlas. Ini merupakan takdir Allah, bagi saya dan keluarga saya," kata Fajrun saat diwawancarai awak media.

Dia mengatakan bahwa dukungan dari keluarga yang menguatkan dirinya dalam menjalankan kasus yang tengah dihadapinya dan membuat dia lebih dekat kepada Allah dan meningkatkan ibadah.

"Ini bendera sedang berada dibawah, nanti akan saya kibarkan. Insyaallah, selama masa tahanan akan saya manfaatkan untuk menulis novel dan cerpen karena saya seperti kalian semua, sebagai jurnalis," ujarnya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar