#AUTP#BERITALAMPUNGSELATAN

Mantan Ketua Gapoktan Desa Bumiasih Tilap Dana Klaim AUTP

( kata)
Mantan Ketua Gapoktan Desa Bumiasih Tilap Dana Klaim AUTP
Ilustrasi:google image


Kalianda (Lampost.co) -- Oknum mantan ketua gapoktan bakti mandiri di Desa Bumiasih, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, diduga menilap dana klaim asuransi usaha tani padi (AUTP) untuk 16 petani.  

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, sebanyak 16 petani di Desa Bumiasih pada 2019 mendapatkan dana klaim AUTP sebesar Rp120 juta untuk luasan 20 hektare. Setiap petani yang gagal panen mendapatkan klaim AUTP sebesar Rp6 juta per hektare.

Salah satu petani desa setempat yang mendapatkan klaim AUTP mengatakan ia bersama petani lainnya tidak mengetahui bahwa usulan klaim AUTP telah cair dari PT Jasindo. Setelah diusut, ternyata dana klaim tersebut cair dan diduga ditilap oleh SLM selaku mantan ketua gapoktan bakti mandiri.

"Persoalan ini sempat di musyawarahkan di Kantor Desa Bumiasih dan difasilitasi oleh Pak Kades Poniran. Pengakuan SLM dana klaim AUTP memang dipakai untuk keperluan pribadi," kata petani yang enggan menyebut namanya itu.

Menurutnya, SLM menyanggupi pengembalian dana klaim sebesar Rp 120 juta itu dengan dua kali pembayaran. Pada akhir Maret lalu, SLM menepati janji untuk melunasinya.

"Akhir Maret dilunasi oleh SLM. Tapi, sayangnya petani yang mendapatkan klaim AUTP hanya separuhnya atau Rp4 juta per hektare dari SLM. Sedangkan, sisanya Rp2 juta tidak diketahui kegunaannya. Saya pribadi ada dua hektare yang dapat klaim asuransi," kata dia.

Di sisi lain, Kepala Desa Bumiasih, Poniran, membenarkan, adanya laporan petani setempat bahwa dana klaim AUTP belum disalurkan oleh SLM. Akhirnya pihak desa memanggil SLM dan menyanggupi pelunasan pada akhir Maret 2021.

"Memang dimusyawarahkan di kantor desa. Bahkan, sertifikat tanah milik SLM kami simpan untuk sebagai jaminan. Sampai sekarang informasinya sudah dilunasi, tapi SLM belum laporan dan sertifikat masih di desa," ujar Poniran.

Hal senada diungkapkan, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) UPTD Pertanian Kecamatan Palas, Atik Mulyati. Ia mengaku bila dana klaim AUTP Desa Bumiasih cair dan diduga ditilap oknum mantan ketua gapoktan.

"Dulu saya dengar dana itu baru dikembalikan separuh dari total keseluruhannya Rp120 juta. Persoalan ini sudah difasilitasi Pak kades Poniran. Setelah itu saya tidak paham kelanjutannya seperti apa," kata Atik.

Terpisah, saat dikonfirmasi melalui telepon, ponsel SLM tidak aktif. Pesan WhatsApp yang dikirim juga tidak dibalas. Bahkan, saat dikonfirmasi langsung di kediamannya SLM selalu tidak ada. 


 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar