#mafiatanah

Mantan Kakon Karanganyar Bantah Jual Lahan Eks HGU

( kata)
Mantan Kakon Karanganyar Bantah Jual Lahan Eks HGU
Peta tanah eks HGU PT Ika Nusa Fishtama di Kabupaten Tanggamus. Dok BPN Tanggamus


Kotaagung (Lampost.co) -- Mantan Kepala Pekon (Kakon) Karanganyar, Kecamatan Wonosobo, Tanggamus, Fauzianto membantah melakukan jual beli lahan bekas hak guna usaha (HGU) PT Ika Nusa Fishtama (INF). Ia mengklaim transaksi senilai Rp47,5 juta sebagai pembayaran bagi hasil atau sewa lahan.

Fauzianto mengakui, pihaknya yang telah mengundang para warga untuk menempati dan menggarap lahan bekas HGU PT INF di Pekon Karanganyar. Saat itu ia bermaksud untuk menambah jumlah penduduk sebagai salah satu syarat pemekaran pekon.

Baca juga: Marak Praktik Jual Beli Tanah di Eks Lahan HGU INF Tanggamus

"Di dalam tumpangsari itu ada kesepakatan bahwa mereka sebatas menggarap. Sewaktu-waktu akan digunakan, mereka tidak menuntut ganti rugi. Intinya seperti itu," kata Fauzianto, Selasa, 19 April 2022.

Menurutnya transaksi senilai Rp47,5 juta antara Muharrom Tafsir, warga Bandar Lampung dengan Jumadi Atang, warga Pekon Karanganyar, Wonosobo, hanya sebatas sewa lahan. Sebab, Muharrom Tafsir merupakan karyawan PT. INF di Kabupaten Tanggamus.

"Itu bukan jual beli, itu kan tumpangsari, dia membagi hasil dari bagian. Terus sewa tiap tahunnya. Nanti lebih jelasnya tanyakan ke yang bersangkutan (Jumadi Atang) yang mendatangkan mereka itu siapa," ujar Fauzianto.

Selain itu, pihaknya merasa keberatan disebut-sebut sebagai mafia tanah dan eksekutor di lapangan. Bahkan Fauzianto membantah keterangan warga yang menyebut telah mengkaplingkan tanah untuk diperjualbelikan. Sebab dia mengakui tanah itu tanah HGU.

"Iya (tanah HGU), yang jelas itu tanah punya PT. Tanah itu dulu punya paman saya, Pak Artominangun, udah diganti rugi oleh pihak PT," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kejaksaan Negeri Tanggamus telah mencium adanya praktik mafia tanah bekas lahan hak guna usaha (HGU) PT INF seluas 669,48 hektare dan tengah melakukan pulbaket terkait dugaan praktik mafia tanah, namun masih saja marak praktik jual beli di lahan tersebut.

Warga yang telah menempati sebidang lahan di lahan bekas HGU PT INF di Pekon Karanganyar, Wonosobo, Tanggamus, selama belasan tahun tersebut, tetiba harus membayar ganti rugi oleh oknum yang mengaku sebagai pemilik lahan.

Winarko







Berita Terkait



Komentar