#penggelapan#hukum

Mantan Kadiv Pertanahan PT Sungai Budi Dituntut 30 Bulan

( kata)
Mantan Kadiv Pertanahan PT Sungai Budi Dituntut 30 Bulan
Sidang virtual penggelapan uang kompensasi tanah PT Sungai Budi Lampung dengan terdakwa Yance. Lampost.co/Salda Andala

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Mantan Kepala Divisi Pertanahan PT Sungai Budi Lampung, Yance (68), dituntut 2 tahun enam bulan karena menggelapkan uang perusahaan Rp128,7 juta dalam sidang virtual di Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjungkarang, Selasa, 7 Juli 2020. Uang yang digelapkan itu diperuntukkan sebagai dana kompensasi lahan yang berstatus hak guna usaha (HGU) dan telah digarap beberapa pihak di wilayah Mesuji, Lampung.

Jaksa Farid Anfasya menjelaskan perkara ini bermula pada 2016 lalu ketika terdakwa yang menjabat kepala Divisi Pertanahan PT Sungai Budi diberi kuasa untuk penguasaan kembali lahan HGU yang dikelola anak perusahaan, PT Bangun Tata Lampung Asri, dan masih dikuasai masyarakat sekitar.

"Namun, setelah pencairan, terdakwa hanya memberikan dana kompensasi kepada satu pihak dengan alasan lahan lainnya terendam banjir sehingga dilakukan pembatalan pembayaran," ujar Jaksa.

Sampai mengundurkan diri dari PT Sungai Budi pada Juli 2016, terdakwa yang merupakan warga Jalan Raden Imba Kusuma, Beringinjaya, Kemiling, Bandar Lampung, belum juga mengembalikan sisa dana kompensasi ke perusahaan sehingga dipidanakan.

Terdakwa merasa keberatan atas tuduhan Jaksa. Dia mengaku memiliki alasan tersendiri sehingga dana kompensasi tidak terealisasi seluruhnya. Dia juga berdalih memiliki bukti sah ke mana sejumlah uang itu dibayarkan demi kepentingan perusahaan.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar