#Korupsi#Lampungutara

Mantan Kadiskes Lampura Divonis Empat Tahun Penjara

( kata)
Mantan Kadiskes Lampura Divonis Empat Tahun Penjara
Sidang online mantan Kepala Dinas Kesehatan dr Maya Metissa. Terdakwa divonis empat tahun penjara serta denda Rp200 juta subsider 2 bulan. Lampost.co/Febi Herumanika


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungkarang memvonis mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Lampung Utara (Lampura) Maya Metissa dengan pidana selama empat tahun penjara.

Terdakwa dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) untuk 27 Puskesmas di Lampura dengan nilai kerugian negara Rp2,1 miliar.

Hakim Ketua Siti Insirah mengatakan berdasarkan keterangan saksi, saksi ahli, keterangan terdakwa, dan alat bukti yang diajukan di persidangan, terdakwa secara sah menyakinkan bersalah melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 ayat 1 huruf b UU RI No.31 tentang Pemberantasan Korupsi.

"Mengadili menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Maya Metissa dengan pidana penjara selama empat tahun penjara serta denda Rp300 juta subsider dua bulan dengan perintah tetap berada dalam tahanan," kata Hakim Siti Insirah, Rabu, 30 Desember 2020.

Selain itu, Maya juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp1,9 miliar. Jika tidak sanggup maka harta benda disita untuk dilelang. Apabila lelang tidak mencukupi maka diganti penjara selama dua setengah tahun.

Meskipun begitu, vonis majelis hakim ini lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Jaksa menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama lima setengah tahun.

Jaksa juga membebankan terdakwa membayar pidana denda Rp300 juta subsider enam bulan dan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp2,1 miliar subsider 3 tahun 6 bulan penjara.

Terdakwa Maya didakwa JPU melakukan pemotongan dana BOK Puskesmas tahun 2017-2018 pada Dinas Kesehatan Kabupaten Lampura sebesar sebesar Rp15.231.714.000.

Dengan rincian BOK Puskesmas sebesar Rp13.690.757.000 dan BOK Dinas Kesehatan sebesar Rp1.540.957.000 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik TA 2017 untuk 27 Puskesmas yang ada di Kabupaten Lampura. 

Terdakwa Maya selaku Pengguna Anggaran  (PA) menerbitkan SK Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara Nomor 440/1513b/12-LU/2017 tanggal 2 Februari 2017 tentang Alokasi Dana BOK per Puskesmas Kabupaten Lampung Utara Tahun 2017. 

"Dana BOK Puskesmas sebagaimana dalam Lampiran Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2016 Tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Nonfisik Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2017 dapat digunakan untuk berbagai kegiatan yang diselenggarakan Puskesmas dan jaringannya," kata hakim

Kemudian, pada TA 2018 Dinas Kesehatan Kabupaten Lampura dianggarkan BOK sebesar Rp16.870.751.000 dengan rincian untuk BOK Puskesmas sebesar Rp15.212.557.000 dan BOK Dinas Kesehatan sebesar Rp1.658.194.000 yang bersumber dari DAK Non Fisik TA 2018 untuk 27 puskesmas yang ada di Kabupaten Lampura.

"Untuk melaksanakan anggaran tersebut, terdakwa selaku PA menerbitkan SK Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampura Nomor: 440/1343.B/14-LU/2018 2 Februari 2018 tentang Alokasi Dana BOK per Puskesmas Kabupaten Lampung Utara Tahun 2018," ujar hakim.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar