#korupsi#feeproyek#beritalamtim#kejaksaan

Mantan Kadis PU Lamtim Ditetapkan DPO, Satu Tersangka Korupsi Jalan Ditahan

( kata)
Mantan Kadis PU Lamtim Ditetapkan DPO, Satu Tersangka Korupsi Jalan Ditahan
Tersangka Zulyadi, selaku Direktur CV Tangguh Serasi menyerahkan diri ke Kejati Lampung. Lampost.co/Febi Herumanika

Bandar Lampung (Lampost.co): Kejaksaan Tinggi Lampung melakukan penahan terhadap tersangka perkara korupsi peningkatan jalan ruas Jalan Bumi Jawa Purbolinggo (R.004) Kabupaten Lampung Timur tahun anggaran 2015 atas nama Zulyadi, Rabu, 6 November 2019.

Asisten Pidana KhususKejati Lampung, Andi Suharlis didampingi Kasi Penyidikan Tedi Noproadi membenarkan sekitar pukul 13.30 WIB,tersangka dieksekusi ke Rumah Tahanan Way Huwi untuk menjalani proses hukum. "Hari ini kita eksekusi, tersangka kooperatif, tidak ada penangkapan. Dia datang ke Kejati kemudian kita bawa ke Rutan," kata Andi.

Mantan Jaksa KPK ini membenarkan jika dalam perkara ini ada empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka, namun dua diantaranya meninggal dunia saat penyelidikan dilakukan. Kedua orang yang meninggal dunia merupakan PPK dan Pokja. Selain dua orang tersangka yang meninggal dunia, satu tersangka lainnyamelarikan diri dan telah ditetapkan sebagai DPO pada akhir Oktober lalu.

"Kita tahan hari ini. Setelah berkas selesai kita limpahkan ke pengadilan. Yang ditahan hari ini merupakan rekanan dari proyek, sementara yang melarikan diri mantan Kadis PU Lampung Timur atas nama Alex Sandria," katanya.

Menurut Andi, pihak kejaksaan berkoordinasi dengan KPK hingga saat ini terus melakukan pencarian terhadap DPO mantan kepala dinas atas nama Alex Sandria. "Dari hasil pelacakan sementara, keberadaan DPO masih disekitaran Sumaetra," katanya.

Tersangka Zulyadi, lanjut dia, selaku Direktur CV Tangguh Serasi ditetapkan tersangka atas perkara pemeliharaan dan peningkatan jalan bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) Dinas PU Lampung Timur tahun 2015 dan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dengan anggaran seluruhnya Rp2,164 miliar.

Tersangka diduga turut serta melakukan perbuatan, secara melawan hukum yaitu perbuatan tersangka secara melawan hukum dan bertentangan dengan Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah, melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yaitu terdakwa telah memperkaya diri sendiri sebesar Rp752 juta yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara sesuai dengan hasil pemeriksaan investigatif dalam rangka penghitungan kerugian negara oleh BPK RI nomor 12/LHP/XXI/04/2019 tertanggal 30 April 2019.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar