#tajuklampungpost#dana-kelurahan

Manfaatkan DK Sebaik-baiknya

( kata)
Manfaatkan DK Sebaik-baiknya
Ilustrasi Google Images

DANA kelurahan (DK) yang diterima Bandar Lampung pada 2020 mencapai Rp46 miliar. Dana itu dibagi untuk 126 kelurahan yang masing-masing menerima Rp370 juta.

Dana tersebut dicairkan dalam dua tahap. Untuk tahun ini, Pemerintah Kota Bandar Lampung mengubah fungsi dan kegunaan dana kelurahan. Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 130 Tahun 2018 tentang Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan.

Jika tahun sebelumnya 80% dana digunakan prasarana dan 20% untuk pemberdayaan, tahun ini berubah menjadi 95% untuk infrastruktur dan 5% pemberdayaan. Hal itu sebagai upaya Pemkot meningkatkan pembangunan fisik secara merata di Kota Tapis Berseri.

Apa yang diinginkan Pemkot harus benar-benar dilakukan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Memang pemanfaatan dana kelurahan harus dilakukan lebih optimal dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Untuk itu, kelurahan harus menjaring aspirasi terkait sarana apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Namun, itu pun harus dipilih infrastruktur yang benar-benar sangat dibutuhkan dan mendesak dilakukan.

Aparatur kelurahan bersama kelompok masyarakat bisa bekerja sama untuk melaksanakan pembangunan yang benar-benar menyentuh kepntingan masyarakat. Pembangunan, seperti peningkatan jalan, pembuatan gorong-gorong atau perbaikan tanggul yang kerap menimbulkan banjir di saat musim hujan, pembuatan sumur bor guna mengantisipasi kekurangan air saat musim kemarau, menjadi infrastruktur yang memang dibutuhkan masyarakat saat ini.

Pemanfaatan dana kelurahan harus benar-benar dimanfaatkan untuk kemaslahatan masyarakat. Sebab, tujuan dana kelurahan yang digulirkan pemerintah untuk mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh daerah Indonesia.

Oleh sebab itu, dana kelurahan harus benar-benar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang sudah disepakati. Jangan sampai dana tersebut dipakai untuk pembangunan mubazir dan tidak memberikan manfaat yang banyak bagi masyarakat.

Selain itu, diperlukan pengawasan yang ketat dari kelurahan dan kelompok masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan. Hal itu agar pemanfaatan dana tersebut tidak melenceng dari ketentuan yang berlaku.

Masyarakat berharap pemanfaatan dana kelurahan bisa dilaksanakan dengan baik dan benar-benar memberikan manfaat yang nyata bagi kehidupan sehari-hari. Jangan sampai dana ratusan juta tersebut terbuang percuma alis mubazir karena digunakan hal yang tidak menyentuh kepentingan masyarakat.

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar