#bola#ligainggris

Manchester City Berpotensi Ikut Kena Sanksi Buntut Perang Rusia-Ukraina

( kata)
Manchester City Berpotensi Ikut Kena Sanksi Buntut Perang Rusia-Ukraina
Bendera Manchester City. (jorono/Pixabay)


Manchester (Lampost.co) -- Pemerintah Inggris membekukan aset Roman Abramovich, termasuk Chelsea yang merupakan klub sepakbola miliknya. Pembekuan ini sebagai bentuk dukungan Inggris terhadap Ukraina yang tengah berkonflik dengan Rusia sejak 24 Februari 2022.

Chelsea menjadi korban kebijakan tersebut karena sang pemilik Abramovich memiliki hubungan khusus dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

"Tidak ada tempat berlindung yang aman bagi mereka yang mendukung serangan kejam Putin di Ukraina," kata Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

Baca juga: Konsorsium Arab Saudi Ajukan Penawaran Tertinggi untuk Beli Chelsea

"Sanksi ini adalah langkah terbaru dalam dukungan tidak tergoyahkan Inggris untuk rakyat Ukraina. Kami akan bersikap tegas dalam mengejar mereka yang mendukung perang, pembunuhan warga sipil, penghancuran rumah sakit dan pendudukan secara ilegal negara sekutu berdaulat," tambahnya.  

Lewat sanksi tersebut maka aliran pendapatan dan pengeluaran Chelsea terhenti. Mereka tidak bisa melakukan pembelian pemain, memperpanjang kontrak pemain, menjual merchandise, hingga menjual tiket pertandingan.

Kini, sanksi serupa juga mengancam raksasa Liga Inggris lainnya, Manchester City. Pasalnya, sang presiden klub Sheikh Mansour baru saja bertemu dengan Presiden Suriah, Bashar Al-Assad. Untuk diketahui, Suriah sendiri merupakan sekutu Putin yang mendukung serangan Rusia ke Ukraina. 

Meski demikian, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Inggris terkait Manchester City akan diberikan sanksi serupa seperti Chelsea, atau tidak sama sekali.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar