hajimanasik

Manasik Haji Sepanjang Tahun Guna Tingkatkan Kualitas Ibadah Haji

( kata)
Manasik Haji Sepanjang Tahun Guna Tingkatkan Kualitas Ibadah Haji
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Juanda Naim melaunching Penyelenggaraan Manasik Haji Sepanjang Tahun Kota Bandar Lampung di Aula Arafah Asrama Haji Rajabasa Bandar Lampung, Selasa, 24 November 2020.


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung terus berupaya untuk mendukung penguatan ibadah jamaah haji. Salah satu caranya melalui manasik haji sepanjang tahun guna meningkatkan kualitas calon jemaah haji yang dilakukan sejak awal tahun sampai jemaah hendak berangkat ke tanah suci.

Hal tersebut disampaikan Kakanwil Kemenag Lampung, Juanda Naim saat Launching Penyelenggaraan Manasik Haji Sepanjang Tahun Kota Bandar Lampung di Aula Arafah Asrama Haji Rajabasa Bandar Lampung, Selasa, 24 November 2020. Menurutnya jajaran Kemenag Kota Bandar Lampung menjadi pioneer penyelenggaraan manasik haji sepanjang tahun di Lampung. Ia berharap kabupaten/kota yang lain segera mengikuti. Berdasarkan ekspose setahun kinerja Menteri Agama Fachrul Razi beberapa waktu yang lalu bahwa baru ada 10 provinsi yang melaksanakan manasik haji sepanjang tahun, Provinsi Lampung termasuk yang belum melaksanakan.

"Alhamdulilah pada hari ini Provinsi Lampung telah mulai lounching mengikuti provinsi lain yang telah lebih dahulu melaksanakan," kata Juanda Naim

Kemudian ia mengatakan dampak Pandemi Covid-19, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menutup akses penyelenggaraan haji bagi negara di dunia termasuk Indonesia, sehingga pemerintah melalui Kementerian Agama telah mengeluarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 494 tahun 2019 tanggal 2 Juni 2019 tentang Pembatalan keberangkatan jemaah haji pada penyelenggaraan haji tahun 1441H/ 2020.

“Ada hikmah besar dibalik penundaan pemberangkatan ibadah haji tahun 2020 ini, dengan penundaaan haji tahun ini, sesungguhnya Jemaah diberikan kesempatan yang cukup untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan manasiknya, agar nanti saat berada di tanah suci menjalankan rangkaian prosesi ibadah haji dapat melaksanakan sesuai dengan ketentuan syariat dan dapat mandiri tidak tergantung kepada orang lain,” katanya.

Ia berharap agar seluruh stakeholder terkait dapat melibatkan masyarakat terutama KBIHU untuk mencari terobosan dan inovasi baru dalam memberikan bimbingan manasik di masa pandemi covid-19. Dengan waktu yang cukup memadai ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan berbagai kegiatan yang dapat memberikan bekal pemahaman dan pengetahuan yang cukup kepada jemaah.

Ia juga menjelaskan bahwa Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah pada masa kenormalan baru ini memiliki berbagai terobosan dalam memberikan bimbingan manasik kepada Jemaah diantara Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Pembelajaran dilaksanakan di ruang pertemuan dengan memperhatikan protocol kesehatan dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Pembelajaran dilaksanakan secara jarak jauh (online/offline) menggunakan berbagai macam media pembelajaran baik digital/non digital.

“Bimbingan manasik di era digitalisasi ini sangat memungkinkan manasik haji memanfaatkan kemajuan teknologi dengan cara  bimbingan manasik video virtual, dapat juga dilaksanakan dengan pola pembimbing bersilaturhami mengunjungi jemaah baik secara perorangan maupun kelompok untuk memberikan bimbingan yang lebih intensif, dalam kontek ini peran KUA dan PAI (PNS dan Non PNS) sangat memungkinkan dan dinantikan ditengah-tengah masyarakat sebagai upaya turut serta dan strategi menyiapkan haji mabrur, tentu kita tidak boleh berdiam diri tanpa adanya kegiatan yang terkait dengan pelaksanaan ibadah haji pada tahun-tahun mendatang”  katanya.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Aris Rayusman menjelaskan tujuan kegiatan tersebut untuk memberikan pemahaman yang lebih luas terhadap jemaah calon haji, dan para petugas tentang pelaksanaan ibadah haji baik pemahaman terhadap regulasi, maupun pemahaman terhadap materi manasik haji itu sendiri. Sehingga pelaksanaan ibadah haji dapat terlaksana secara baik dan sempurna.

"Adapun dasar dari kegiatan launching tersebut pertama, mengacu pada lima prioritas aksi menteri agama yang kedua peningkatan kualitas pelayanan haji dan pembenahan umrah," katanya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar