UMKMmodalinvestasi

Mana yang Tepat Bagi Pelaku UMKM, Investasi atau Tahan Modal ?

( kata)
Mana yang Tepat Bagi Pelaku UMKM, Investasi atau Tahan Modal ?
Ilustrasi pelaku UMKM batik. Foto: dok MI/Bagus Suryo


Jakarta (Lampost.co) -- Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) disarankan untuk menunda investasi dan mengalokasikan dananya sebagai cadangan untuk penambahan modal kerja sewaktu-waktu untuk mengantisipasi kemungkinan resesi yang dapat terjadi.
 
"Pelaku UMKM harus bersiap melakukan perubahan usaha dengan melakukan berbagai inovasi agar tetap mampu melayani pelanggan menyesuaikan kondisi yang ada," kata Dosen Program Studi Agribisnis, Sekolah Vokasi IPB University Khoirul Aziz Husyairi melalui siaran pers dari IPB University, dikutip dari Mediaindonesia.com, Senin, 19 Oktober 2020.
 
Khoirul mengatakan sektor UMKM diperkirakan mampu menjadi penyangga sistem perekonomian nasional dalam menghadapi resesi yang mungkin terjadi. Ancaman resesi global akibat pandemi covid-19 tidak hanya membayangi Indonesia, tetapi juga berbagai negara.

Pandemi covid-19 menyebabkan berbagai kegiatan menjadi terbatas karena kebijakan pemerintah seperti pembatasan sosial berskala besar, aturan menjaga jarak, maupun pembatasan jam operasional.
 
"Migrasi ke usaha berbasis digital dapat dilakukan untuk menjaga agar usaha tetap berjalan," tuturnya.
 
Khoirul mengatakan kerja sama antara pemerintah, dunia pendidikan khususnya perguruan tinggi, maupun dengan lembaga lain diperlukan untuk membantu UMKM untuk bermigrasi ke usaha berbasis digital.
 
"Kerja sama itu bisa diwujudkan dengan pelatihan maupun pendampingan usaha sehingga usaha mikro, kecil, dan menengah dapat terus menjaga keberlangsungan pasarnya," katanya.
 
Untuk mengantisipasi ancaman resesi, Khoirul menyarankan pelaku UMKM untuk memperhatikan kondisi keuangan, terutama ketersediaan uang tunai. Agar UMKM mampu bertahan, setidaknya harus menjaga arus kas tetap positif dengan memaksimalkan penjualan dan menjaga pengeluaran terutama biaya produksi seefisien mungkin sehingga harga produk tetap terjangkau oleh konsumen.
 
Beberapa tips lain yang Khoirul berikan kepada para pelaku UMKM adalah tetap melayani pelanggan dengan baik, ubah target usaha dari marjin yang tinggi ke volume penjualan yang tinggi, lakukan efisiensi pengeluaran, perkuat hubungan baik dengan pemasok, jangan abaikan karyawan, dan hindari penarikan pinjaman untuk menutupi modal kerja.
 

Medcom







Berita Terkait



Komentar