#curanmor#pencurian

Maling Motor yang Diamuk Warga Tanjungsenang Residivis

( kata)
Maling Motor yang Diamuk Warga Tanjungsenang Residivis
Foto tangkapan layar saat pelaku diamuk warga. Dok/Istimewa


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Seorang pelaku pencurian sepeda motor yang babak belur dihajar warga karena tepergok saat beraksi, ternyata baru dua pekan menghirup udara bebas. Pelaku adalah DY (42), spesialis pencurian dengan puluhan TKP di wilayah Kota Tapis Berseri.

Kapolsek Tanjungsenang, Ipda Alan Ridwan mengatakan, pelaku dua hari lalu diamuk masa lantaran tepergok hendak mencuri sepeda motor di Jalan Ratu Dibalau, Tanjungsenang, Bandar Lampung. Pelaku juga merupakan seorang residivis, dan baru menghirup udara segar dua pekan lalu.

Baca juga: Terciduk Warga Ingin Maling Motor, Pelaku Babak Belur di Hajar Massa

Berdasarkan catatan polisi, kasus pertama pelaku yakni pencurian rumah kosong. Dimana ia beraksi seorang diri dengan cara mendongkel jendela rumah, dan menggasak barang berharga korban serta sepeda motor.

"Ia sudah tiga kali keluar masuk penjara (residivis) kasus pencurian dengan pemberatan," ujarnya, Sabtu, 25 Juni 2022.

Kasus selanjutnya yakni pencurian ponsel atau jambret. Saat itu pelaku yang beraksi seorang diri melihat korban bermain ponsel dalam keaadan lengah, dan langsung dirampas.

"Terakhir melancarkan aksinya di wilayah hukum Polsek Kedaton, dan divonis satu tahun enam bulan," ujarnya.

Usai bebas, pelaku kembali terlibat kasus pencurian sepeda motor (curanmor) dengan cara merusak kunci kontak menggunakan kunci T. Warga Kedaton itu ditangkap dan menjalani masa tahanan di Rutan Way Huwi pada 7 Juni 2022.

"Belum lama bebas dia diamuk massa lantaran nekat mencuri motor Honda Beat BE 2987 OC di Jalan Ratu Dibalau, Tanjung Senang beberapa hari lalu," ujarnya.

DY babak belur dihakimi masa karena kedapatan hendak mencuri sepeda motor. Seperti vidio amatir yang viral beberapa hari lalu. DY mengalami luka di sekujur tubuh akibat jadi bulan-bulanan warga.

Atas perbuatannya, DY dijerat pasal 362 KUHPidana tentang pencurian dengan ancaman maksimal lima tahun penjara.

"Karena dia merupakan seorang residivis hukuman lebih berat," ujarnya.

Sementara itu, DY mengaku baru pertama kali melakukan aksi curanmor. Dia nekat lantaran untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

"Untuk menghidupi biaya hidup sehari-hari," ujarnya.

Winarko






Berita Terkait



Komentar