#Covid-19#malaysia

Malaysia Lockdown Penuh Mulai 1 Juni

( kata)
Malaysia <i>Lockdown</i> Penuh Mulai 1 Juni
Malaysia akan lockdown mulai 1-14 Juni mendatang. AFP


Kuala Lumpur (lampost.co) -- Malaysia akan melakukan penguncian total (lockdown) untuk semua sektor sosial dan ekonomi. Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mengatakan lockdown akan mulai berlaku pada Selasa, 1 Juni 2021 hingga 14 Juni mendatang.
 
Pengumuman ini datang saat Negeri Jiran melaporkan 8.290 kasus virus korona (covid-19) dalam 24 jam, yang membawa negara tersebut mencapai angka tertinggi kasus harian dalam empat hari berturut-turut. Ini membuat total kasus kumulatif mereka sejak awal pandemi menjadi 549.514.


Baca: Malaysia Catat Kasus Covid-19 Tertinggi dalam Tiga Hari
 

Hanya sektor ekonomi dan jasa penting yang akan diizinkan untuk beroperasi, menurut pernyataan perdana menteri.

"Keputusan ini diambil setelah memperhitungkan situasi saat ini dari wabah covid-19 di Malaysia, dengan kasus harian melebihi 8.000 dan lebih dari 70 ribu kasus aktif," katanya dalam pernyataan yang dikutip dari Twitter-nya, Jumat, 28 Mei 2021.
 
Menurut Muhyiddin, adanya varian yang lebih agresif dengan tingkat infektivitas yang lebih tinggi juga memengaruhi keputusan tersebut.
 
Ia menambahkan kapasitas rumah sakit secara nasional untuk merawat pasien covid-19 juga menjadi semakin terbatas. Dalam pernyataannya, Muhyiddin menguraikan strategi keluar dari lockdown, yakni mengurangi jumlah kasus covid-19 baru.
 
"Jika situasinya membaik lebih lanjut, pembatasan akan dilonggarkan lebih lanjut di bawah fase ketiga. Ini akan serupa dengan aturan pengendalian pergerakan saat ini, di mana sebagian besar kegiatan ekonomi - yang tunduk pada prosedur operasi standar (SOP) dan protokol kesehatan - akan dilanjutkan, sementara kegiatan sosial masih akan dilarang," terangnya.
  
Menurutnya, semua keputusan yang diambil akan berdasarkan situasi yang terjadi di masyarakat.
 
"Keputusan untuk berpindah dari satu fase ke fase berikutnya akan tunduk pada penilaian risiko oleh Kementerian Kesehatan. Ini akan didasarkan pada perkembangan kasus harian dan kapasitas rumah sakit secara nasional," jelas Muhyiddin.
 
Pengumuman ini tidak menguraikan peraturan khusus. Diharapkan Dewan Keamanan Nasional akan memutuskan ini pada akhir pekan dan mengeluarkan SOP baru sebelum penerapannya pada Selasa mendatang.
 
Mengingat dampak lockdown tersebut, Perdana Menteri mengatakan Kementerian Keuangan akan mengembangkan paket bantuan untuk masyarakat dan sektor ekonomi yang terkena dampak.
 
Malaysia berharap ekonominya akan pulih ke tingkat sebelum virus korona dengan pertumbuhan hingga 7,5 persen tahun ini, setelah mengalami penurunan 5,6 tahun lalu, yang terburuk sejak Krisis Keuangan Asia 1998.

Sobih AW Adnan








Berita Terkait



Komentar