#Covid-19lampung#ppkmdarurat

Mal Bandar Lampung Antisipasi Panic Buying Jelang PPKM Darurat

( kata)
Mal Bandar Lampung Antisipasi <i>Panic Buying</i> Jelang PPKM Darurat
Salah satu pusat belanja modern di Bandar Lampung, Chandra Tanjung Karang. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pasar modern atau mal di Kota Bandar Lampung mengantisipasi membeludaknya warga yang berbelanja atau penimbunan berdasarkan rasa takut atau panic buying menjelang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat pada Senin, 12 Juli 2021.

Koordinator Marketing Creative Chandra Tanjungkarang, Mona Wijaya mengatakan siap mengikuti kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Pihaknya juga melakukan langkah-langkah antisipasi agar tidak terjadi kerumunan warga yang berbelanja di akhir pekan. Ia mengimbau kepada pengunjung yang mengantre di kasir hanya satu orang, maksimal empat orang.

Baca juga: Bandar Lampung PPKM Darurat, Ini Aturannya

"Penanggulangannya. Setiap titik kerumunan yaitu pintu masuk, kasir dan tempat tunggu kita batasi. Yang antri di kasir maksimal 4 orang dan yang antre wajib 1 orang saja," katanya kepada Lampung Post, Sabtu, 10 Juli 2021.

Ia mengatakan pihaknya mempersilahkan masyatakat berbelanja tetapi tetap mengikuti peraturan yang ada. "Belanja tidak kita batasi kalau keperluan rumah tangga. Misalnya, saya pikir belanja beras masih standar sih ya kalau keperluan rumah tangga. Kitakan bukan grosir. Jadi ada batasan juga untuk konsumen belanja," katanya

Kemudian pihak manajemen juga memasang imbauan untuk menaati peraturan kesehatan pencegahan Covid-19. Ia juga menyarankan agar anak-anak tidak usah diajak ikut berbelanja agar belanja lebih kondusif dan efisien. Selanjutnya tetap memenuhi 25% kapasitas gedung sehingga kami sarankan agar bisa berbelanja atau bermain di lantai 2 dan 3

"Apabila ada kerumunan semua satpam atau keamanan akan menertibkan. Kemudian memperbanyak team keamanan di setiap titik," katanya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar