PAUDpemkab

Maksimalkan PAUD Secara Holistik Integratif

( kata)
Maksimalkan PAUD Secara Holistik Integratif
MI/Lina Herlina Ilustrasi murid PAUD.


Jakarta (Lampost.co) -- Pemerintah kabupaten/kota diminta lebih aktif dalam menggandeng berbagai kalangan untuk memaksimalkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) holistik integratif.

Pasalnya, penanganan anak sejak dini diyakini akan lebih maksimal jika melibatkan semua unsur. Hal itu diungkapkan Bunda PAUD Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya, dalam rapat koordinasi Provinsi Pokja Bunda PAUD, Kamis, 26 November 2020.

Pada rakor kedua ini, hadir peserta dari unsur organisasi mitra PAUD kabupaten/kota se-Jawa Barat seperti HIMPAUD, IGTKI, IGRA, dan  GOPTKI.

Atalia, yang merupakan istri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, mengatakan pembangunan di Jawa Barat saat ini tidak lepas dari  kekuatan berbagai unsur yang tidak bisa dipisahkan. Pembangunan di suatu wilayah perlu didukung semua elemen yang ada, sehingga tidak bisa jika hanya dilakukan salah satu pihak saja.

"Begitu juga untuk mewujudkan PAUD Holistik Integratif khas Jawa Barat. Perlu kolaborasi bersama antara pemerintah, media, dan organisasi mitra selaku representasi masyarakat. Sehingga dapat diimpelementasikan secara baik ke seluruh PAUD di Jawa Barat," katanya seperti dalam siaran pers yang diterima, Jumat, 27 November 2020.

Menurutnya keterlibatan organisasi mitra sangat penting karena merupakan representasi dari masyarakat. Dengan keterlibatan langsung dari masyarakat, menurutnya pendidikan dan perawatan anak sejak dini akan menjadi optimal.

"Selain wujud nyata konsep pembangunan pentahelix, peran serta dari masyarakat akan memudahkan dalam memberikan pendidikan anak sejak dini. Semoga benar-benar akan terwujud anak Indonesia yang sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia," katanya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dedi  Supandi mengatakan pengembangan anak usia dini menjadi kunci  terwujudunya sumber daya manusia yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

"Anak usia dini saat ini merupakan investasi penting dalam menjawab tantangan Indonesia Emas pada Tahun 2045," katanya.

Dia menjelaskan, jika menghitung usia peserta didik PAUD saat ini 4 sampai 6 tahun, maka pada 2045 anak-anak tersebut sudah mencapai usia matang dan produktif.

"Usaha pengembangan Social, Emotional, Spiritual, Moral, dan Intellectual akan sangat baik jika dilakukan di usia emas 0 sampai 6 tahun," ujarnya.

Menurut dia, cara terbaik mengasah kemampuan anak usia dini adalah  melalui metode bermain sambil belajar.

Menurutnya, PAUD sudah menjadi pokok bahasan di berbagai kalangan, karena pengembangan anak usia dini merupakan hal penting dalam  menentukan pembangunan secara keseluruhan.

"PAUD sudah diposisikan  sebagai isu penting yang ditempatkan dalam isu-isu pendidikan lainnya," katanya. 

Media Indonesia







Berita Terkait



Komentar