#kpk#korupsi

MAKI Minta KPK Tak Ragu Terbitkan Sprindik Aziz Syamsudin

( kata)
MAKI Minta KPK Tak Ragu Terbitkan Sprindik Aziz Syamsudin
Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Antara/Wahyu Putranto


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menanggapi munculnya nama Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsudin dalam dakwaan perkara mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Stepanus Robin Patujju.

Robin diduga menerima suap Rp11 miliar dari beberapa pihak, termasuk Aziz Syamsudin. Nama Aziz termuat dalam penggalan dakwaan berkas pekara Robin yang didaftarkan KPK ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman mengatakan, pihaknya menunggu sikap Ketua KPK Firli Bahuri dalam perkara ini.

"Jika ditemukan bukti dan semakin terang, ya proses berikutnya mestinya diterbikan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik). Jangan ragu," ujar Boyamin, Minggu, 5 September 2021.

Baca: Ketua KPK Angkat Bicara Soal Dugaan Aziz Syamsudin Suap Penyidik

 

MAKI akan terus memonitor status Aziz Syamsudin dengan cara memantau secara rutin jalannya persidangan kasus eks Bupati Lampung Tengah (Lamteng), Mustafa di PN Tanjungkarang. Menurutnya, Aziz diduga menjadi makelar pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2017 di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamteng.

"Ini asas praduga tak bersalah. Dalam dakwaan dikatakan seperti itu (nama Aziz), nanti ditunggu kebenarannya di pembuktikan, dakwaan dibacakan, ada eksepsi, saksi bukti dan pertimbangan hakim," katanya.

Ia berharap nama Aziz yang dikutip dakwaan Robin bisa benar-benar dibuktikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Masa sekelas jaksa KPK berani mencantumkan dakwaan tanpa disertai fakta dan bukti yang kuat?" paparnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua KPK RI Firli Bahuri angkat bicara terkait keterlibatan Aziz Syamsudin dalam kasus tersebut. Ia disebut menyuap Robin sebesar Rp3,09 miliar. Robin pun segera disidang pada 13 September 2021. Berkasnya telah didaftarkan JPU KPK di PN Jakarta Pusat pada 20 Agustus 2021 lalu.

Menurut Firli, belum ada penetapan status Aziz sebagai tersangka.

"KPK hanya akan menetapkan seseorang sebagai  tersangka berdasarkan bukti yang cukup," katanya. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar