#PembunuhanBayi

Makam Bayi yang Dibunuh Ibu Kandungnya Dibongkar

( kata)
Makam Bayi yang Dibunuh Ibu Kandungnya Dibongkar
Unit Reskrim Polsek Telukbetung Selatan bersama DVI Polda Lampung dan inafis Polresta Bandar Lampung membongkar makam bayi berusia 9 bulan, Kamis, 11 Februari 2021. (Foto: Asrul Septian Malik/Lampost.co)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Unit Reskrim Polsek Telukbetung Selatan bersama DVI Polda Lampung dan inafis Polresta Bandar Lampung membongkar makam bayi berusia 9 bulan. Bayi tersebut diduga tewas usai dicekoki ibu kandung dan selingkuhannya.

Aparat membongkar makam sang bayi, di TPU Kelurahan Talang, Kecamatan Telukbetung Selatan, pada Kamis, 11 Februari 2021 pagi. Pembongkaran tersebut dilakukan untuk kepentingan autopsi guna mengetahui penyebab kematian bayi tersebut.

"Ini dalam rangka tahap penyidikan, dan kelengkapan berkas, serta mengetahui penyebab kematian bayi," ujar Kapolsek Telukbetung Selatan, Kompol Hari Budianto, Kamis, 11 Februari 2021

Sebelumnya, Unit Reskrim Polsek Telukbetung Selatan menangkap dua orang tersangka pembunuh bayi berinisial KSR berusia 9 bulan, pada Senin, 8 Februari 2021 sore.

Dua pelaku yakni, Ayu Olivia Rahma (35), warga Talang, Telukbetung Selatan yang juga ibu kandung dari korban, dan M. Amin (43), juga warga Talang, tetangga Ayu sekaligus pacarnya, meski Ayu sudah bersuami.

Kapolsek Telukbetung Selatan Kompol Hari Budianto, mengatakan awalnya aparat menangkap M. Amin di rumahnya. Kemudian, Ayu ditangkap di persembunyiannya di Suban, Batu Suluh, Lampung Selatan

"Berhasil kami ungkap 1x24 jam setelah adanya laporan masuk," ujarnya di Mapolsek Telukbetung Selatan, 9 Februari 2021.

Modus yang digunakan Ayu dan selingkuhannya, dengan mencekoki bayi tersebut ramuan dari air asam jawa, gula merah, dan minyak fanbo, untuk diminum. M. Amin menekan mulut dan dada bayi tersebut agar cairan bisa segera masuk.

Perbuatan bejat tersebut dilakukan Minggu dini hari, 7 Februari 2021, pukul 00.15 di rumah kontrakan dekat kediaman Ayu. Kemudian korban dibawa Ayu ke rumah neneknya di Talang. Ayu melarikan diri dengan alasan ingin pergi ke rumah kakaknya di Kebun Jeruk, Enggal.

"Sudah direncanakan MA, selama dua bulan belakangan, dan ini tahap ke tiga dicoba dicekoki. Tahap pertama dan kedua belum berhasil dan tahap ketiga puncak klimaksnya kemarin. Memang tidak ada tanda-tanda penganiayaan namun ada penekanan saat memasukan cairan tersebut," katanya.

Motif M. Amin karena adanya cinta dirinya dengan Ayu. Asmara keduanya mulai diketahui khalayak juga suami Ayu. Beredar kabar kalau anak yang dibunuh tersebut mirip dengan M. Amin. Kemudian M. Amin juga takut perselingkuhannya diketahui istri dan keluarga.

"Makanya timbulah rencana oleh MA, Ma menjanjikan AO (Ayu Olivia) akan diajari mengaji, shalat, hingga dinikahi," paparnya.

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar