#beritalampung#beritalampungterkini#unila#kasusunila#suapunila

Majelis Hakim Sebut Nama Pejabat dalam Sidang Suap Unila

( kata)
Majelis Hakim Sebut Nama Pejabat dalam Sidang Suap Unila
Dekan FISIP Unila Ida Nurhaida saat menjawab pertanyaan dalam persidangan kasus suap Unila di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa, 24 Januari 2023. Lampsot.co/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Nama pejabat di Lampung ikut disebut dalam sidang lanjutan kasus suap Unila atas terdakwa Karomani cs di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa, 24 Januari 2023. Penyebutan nama pejabat tersebut saat pemeriksaan tiga dekan sebagai saksi.

Ketiga dekan itu adalah Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Nairobi dan Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Dyah Wulan Sumekar, dan Dekan FISIP Ida Nurhaida.

Majelis Hakim Efiyanto menyebutkan pejabat tersebut menitipkan keponakannya masuk ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unila pada 2022. Dekan FISIP Unila mengiyakan pernyataan Majelis Hakim.

Baca juga: Dua Dekan Unila Mengaku Ikut Titip Mahasiswa Jalur Afirmasi

Awalnya Majelis Hakim bertanya kepada ketiga dekan mengenai hubungan antara penitip dan saksi. "Apakah saudara saksi kenal dengan seluruh penitip mahasiswa?" tanya Efiyanto kepada ketiga saksi.

Ketiganya kompak menjawab kenal. Majelis Hakim kembali bertanya kepada saksi Ida Nurhaida sebagai penegasan.

"Untuk saksi Ida Nurhaida, apakah kenal dengan nama DZ, ED. Kan tadi bilang semua kenal sama yang menitipkan," kata Efiyanto.

"ED yang menitipkan keponakannya," ujar Majelis Hakim.

Ida mengaku tidak kenal dengan nama tersebut karena nama yang disebutkan Majelis Hakim menitipkan mahasiswa kepada Wakil Dekan 1, Dedi Hermawan. "Iya, tapi tidak melalui saya tapi lewat Wakil Dekan 1 (Dedi Hermawan)" jawab Ida.

"Kok saudara saksi bisa tahu?" kata Hakim. "Karena semua nama titipan itu di-collect Dekan 1. Nama itu ada dalam daftar yang 51, Pak," ujar Ida.

Selanjutnya Majelis Hakim kembali bertanya mengenai fakultas yang dipilih oleh keponakan pejabat tersebut. Namun, Ida ragu saat menjawab. "Mungkin ke FISIP, Pak," katanya.

Usai persidangan Ida Nurhaida enggan memberikan keterangan lebih lengkap. Ia hanya mengatakan nama pejabat itu bukan titipannya.

"Tanya langsung ke Pak Wadek 1 saja ya, Pak Dedi Hermawan," katanya sembari meninggalkan ruang sidang.

Terkait munculnya nama pejabat tersebut, Jaksa KPK, Afrisal mengatakan hal itu akan menjadi laporan ke pimpinan KPK. "Itu kan menjadi fakta persidangan baru, tentu akan kami laporkan kepada pimpinan terlebih dahulu," katanya.

Dalam sidang kali ini, jaksa menghadirkan tujuh saksi. Selain tiga dekan, ada dosen FMIPA Unila Wayan Rumite, honorer Unila Fajar Pamukti Putra dan Destian, serta wiraswasta Feri Antonius.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar