#beritalampung#beritatanggamus#judi

Main Judi Togel Online, Dua Warga Talangpadang Diringkus Polisi

( kata)
Main Judi Togel <i>Online</i>, Dua Warga Talangpadang Diringkus Polisi
Dua pelaku judi togel saat diamankan di Polsek Talangpadang. Lampost.co/Rusdi


Kotaagung (Lampost.co): Perjudian toto gelap (togel) online berhasil diungkap Polsek Talangpadang, Kabupaten Tanggamus, dengan menangkap dua pelaku di wilayah Pekon Sinar Banten, kecamatan setempat. Dua pelaku warga Kecamatan Talangpadang berinisial RD (40) warga Pekon Negeriagung dan SU (43) warga Pekon Banjarsari.

Kapolsek Talangpadang Iptu Bambang Sugiono mengatakan penangkapan terhadap kedua pelaku bermula pihaknya mendapatkan informasi bahwa RD menerima pemasangan judi online yang mencari pemasang di Pekon Sinar Banten.

“Berdasarkan informasi tersebut, selanjutnya dilakukan penyelidikan, sehingga RD diamankan berikut barang bukti handphone yang digunakan sebagai alat transaksi judi online pada Kamis, 8 September 2022 pukul 21.00 WIB,” kata dia, Minggu, 11 September 2022.

Baca juga: Terbukti Membawa Senjata Tajam, 5 Anggota Geng Motor Ditahan

Sambungnya, berdasarkan keterangan RD bahwa pada malam tersebut ia telah menerima pasangan togel seorang langganannya, sehingga kembali dilakukan penangkapan terhadap SU saat berada di rumahnya.

“Hasil keterangan RD, malam tersebut aa seorang pemasang togel kepada dirinya. Kemudian dilakukan penangkapan terhadap SU tanpa perlawanan,” ujarnya.

Kapolsek mengatakan dari kedua pelaku tersebut, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti perjudian berupa handphone Samsung Galaxy J2 Prime, buku tabungan, kartu ATM dari tangan RD. Kemudian dari tangan SU diamankan handphone Asus warna hitam dan uang tunai Rp30 ribu yang diduga akan digunakan pelaku untuk membayar tagihan pemasangan togel tersebut.

“Untuk peran kedua pelaku yakni RD selaku penerima pemasangan togel. Sementara peran SU sebagai pemasang,” jelasnya.

Terhadap kedua pelaku dikenakan Pasal 27 Ayat (2) Jo Pasal 45 Ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Elektronik atau Pasal 303 KUHPidana. “Ancaman maksimal 10 tahun penjara,” tandasnya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan RD, modus yang digunakannya yakni dengan terlebih dahulu melakukan deposit melalui situs judi online, selanjutnya akan membayarnya tunai kepada dirinya.

“Saya deposit dulu, nanti yang pasang seperti SU bayarnya ke saya uang cash,” kata RD.

Terkait keterlibatannya dalam bisnis haram tersebut, RD mengaku bahwa telah 6 bulan dan membenarkan menerima pemasangan dari SU dengan harga jual rata-rata Rp2 ribu per pasang.

“Belinya melalui chat WA. SU bayarnya cash. SU pernah dapet 2 angka, dia beli 4 ribu jadi dapet uang Rp440 ribu. Dipotong Rp20 ribu untuk bonus RD, karena per lembar bonusnya Rp5 ribu,” jelasnya.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar