#jknkis#layanankesehatan#beritalampung

Maidani Rasakan Manfaat JKN-KIS untuk Cuci Darah

( kata)
Maidani Rasakan Manfaat JKN-KIS untuk Cuci Darah
Ilustrasi peserta JKN-KIS. Dok/Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co): Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang menderita penyakit berat dan rutin seperti gagal ginjal, kanker, lupus, thalasemia, dan lain-lain.

Salah satu masyarakat yang merasakan manfaat besar menjadi peserta JKN-KIS yaitu Maidani warga Kota Bandar Lampung, pria yang merupakan pasien gagal ginjal ini selalu melakukan cuci darah selama dua kali dalam satu minggu.

Ia mengaku, jika penyakit gagal ginjalnya kambuh, maka ia terpaksa harus dilakukan rawat inap cukup lama.

"Saya gagal ginjal udah mau dua tahun. Posisi saya sekarang harus rutin lakukan cuci darah seminggu dua kali di hari Selasa dan Jumat. Selama cuci darah saya gak bisa telat hari, karena kalau telat satu hari saja badan saya tidak akan bisa berfungsi dengan baik," kata Maidani kepada Lampost.co, Senin, 20 Juli 2020.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam enam bulan terakhir ini, ia sering keluhkan sakit yang berbeda. Hal itu diakibatkan makanan yang kurang ia kontrol. Alhasil, menyikapi hal tersebut ia harus sering dilarikan ke rumah sakit untuk dilakukan rawat inap. 

"Kalau saya sudah salah makan, pasti harus rawat inap, kadang bisa satu minggu penuh. Kan butuh oksigen juga. Kalau saya bukan peserta JKN-KIS, sudah gak kehitung lagi biaya pengobatan saya sebesar apa," jelas dia. 

Pria yang sebelum menderita gagal ginjal berprofesi sebagai kuli bangunan ini mengaku bahwa JKN-KIS sangat membantu proses pengobatan dirinya. Bahkan, pelayanan yang diberikan sangat baik tak berbeda dengan pasien dengan asuransi swasta. 

"Saya punya temen barengan cuci darah dia pakai asuransi swasta dan cerita mahal banget katanya. Alhamdulillah saya cukup langsung kesini (rumah sakit) aja dapat pelayanan baik dan gak berbeda," ujar dia yang beralamatkan di Jalan Nangka, Labuhanratu, Bandar Lampung tersebut. 

Ia berharap agar kesehatannya semakin hari semakin baik berkat dari pertolongan para dokter dari rumah sakit yang melayaninya.

"Kalau bukan peserta JKN-KIS gak tau deh nasib kesehatan saya seperti apa," ujar dia.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar